Warga menunjukkan pupuk ZA yang diduga dipalsukan. (foto : Heru)

Asahan, hetanews.com - Diduga berikan pupuk subsi palsu kepada petani di Desa Suka Jadi oknum Kepala Desa (Kades) Gajah, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Hendrik saat dikonfirmasi menawari kru hetanews berjumpa, dengan menanyakan alamat dan rumah.

Pupuk subsidi yang diketahui hasil bantuan pemerintah untuk meringankan beban petani dan mewujudkan hasil panen yang memuaskan, justru jadi petaka bagi sekelompok masyarakat di Dusun 4 Desa Suka Jadi.

Pasalnya pupuk berjenis ZA yang akan dipakai justru ketahuan tidak asli atau palsu saat akan digunakan untuk memupuk areal perkebunan padi warga sekitar.

Kepada hetanews, warga Roni Marpaung didampingi Takur, Janiur dan Sirait menceritakan pada Senin (9/1/2017), mereka menerima pupuk sebanyak 40 karung dengan berat 50 kilogram per karung dari  UD Berkat.

"Namun saat hendak dipakai, kami heran yang mana saat diserak ke areal pesawahan pupuk tidak habis justru luntur terkena air dan berwarna putih. Lalu kami ambil ternyata butiran-butiran pupuk yang ditabur itu pasir dikasih gincu," ujar Roni dan dibenarkan Sirait.

Pupuk yang diduga dipalsukan. (foto : Heru).

Lalu mereka kembali mengumpulkan pupuk tersebut ke rumah rekan warga yang menjadi tempat penitipan saat pupuk pertama diterima untuk dilaporkan dan dilakukan proses hukum akan pemalsuan pupuk tersebut

Sementara itu Kades Gajah, Hendrik melalui telepon seluler berekor 217 yang diketahui pemilik UD Tani Jaya, saat dikonfirmasi mengatakan, pihak UD Berkat sebagai pemasok saat itu tidak memiliki bahan pupuk subsidi berjenis ZA.

"Saya yang memasukkan sebanyak 40 karung pupuk itu  ke Desa Suka Jadi," ujarnya.  

Dia juga mengaku, menerima pupuk itu dari CV Kontak Agen Sejati yang ada di Medan. "Sudahlah pak dimana bapak tinggal dan dimana rumahnya biar kita jumpa," ajak Hendrik kepada kru hetanews dan didengar beberapa awak media lainnya.

Diketahui saat dikonfirmasi pertama kali, Hendrik mengatakan sedang rapat di kantor kecamatan setempat sembari mengatakan nanti saja telepon lagi. Coba ditelepon kedua kalinya ia pun  beralasan sedang di Medan, namun sembari menanyakan tempat tinggal kru hetanews yang tidak diketahui apa tujuan pertanyaan Kades Gajah itu.

Secara terpisah, Kades Setia Jadi, Bisker Sinaga menceritakan jika Hendrik bersama mereka sedang rapat di kecamatan dan saat ini sudah pulang ke rumahnya. "Loh kok cepat kali ke Medan," sebut Bisker saat dijumpai awak media di kantornya, Rabu (11/1/2017).

Bisker juga heran mengapa Hendrik memasukka pupuk tanpa melaporkan pada dirinya. "Dan yang menerima ini kan warga saya," sebut Bisker.

Secara terpisah, Ketua LSM GOA Sumut, Guntur Zass berharap kepada Kapolres Asahan untuk tegas menindak siapapun yg terlibat dalam penyaluran pupuk yang diduga palsu ke masyarakat Desa Suka Jadi.

"Kapolres Asahan harus membongkar aktor intlektual dalam kasus tersebut. Termasuk dugaan keterlibatan oknum Kades Gajah yang juga diduga sebagai pihak penyalur pupuk melalui UD Tani Jaya milik pribadinya," sebut Guntur.

Pihaknya juga menyesalkan ada dugaan pupuk palsu tersebut, karena tindakan ini dilakukan dengan sengaja untuk menghancurkan perekonomian petani.

Karena apabila dugaan pupuk palsu ini tidak ketahuan oleh petani atau konsumen, maka hasil pertanian akan mengalami kehancuran akibat pembusukan tanaman dan korbannya adalah petani.