Ilustrasi.

Siantar, hetanews.com - Kasus salah seorang pelajar inisial YS (14) yang mengunggah status di media sosial (medsos) Facebook yakni 'ayo kita bakar polres pematangsiantar' mengudang keprihatinan dari pemerhati anak, Tri Utomo.

Baca : (Pelajar Ajak Bakar Polres Siantar)

Awalnya Tri Utomo mengatakan, faktor lingkungan mendukung dalam mendidik anak menggunakan teknologi saat ini. Dia mencontohkan keberadaan warung internet (warnet). Di warnet itu lah si anak gampang mengakses apa saja.

"Saran saya kepada pemilik warnet berikan larangan kepada penggunanya khususnya anak-anak ketika hendak mengakses sesuatu yang berbau negatif. Dan pemberi ijin dalam hal ini pemerintah juga harus lebih selektif memberikan ijin warnet," sarannya, Rabu (11/1/2017) ketika mendampingi korban pencabulan dan penganiayaan SR (15) di Polres Siantar.

Selain itu, Tri Utomo juga menilai kurangnya sosialisasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Siantar atapun sekolah kepada pelajar, sehingga membuat si anak tidak mengerti dalam menggunakan medsos.

"Ini lah yang sebenarnya saya ingin bicarakan kepada Disdik agar sekolah itu harus memberikan pendidikan moral kepada siswa dalam hal ini memberikan pemahaman kepada siswa tentang medsos dan internet itu. Sehingga mereka (pelajar) lebih mengerti untuk menggunakannya seperti apa. Selama ini yang saya lihat kesannya guru hanya memberikan pengajaran soal huruf-huruf saja. Sementara arti dari huruf-huruf itu tidak lagi mereka (guru) ajarkan," sebut Tri.

Dia juga menyebutkan, ketika memberikan telepon genggam kepada anak, mau tidak mau orang tua harus lebih memperhatikan lagi apa-apa saja yang digunakan si anak di telepon genggamnya.

"Kita coba dari orang tua dulu. Karena ketika orang tua sudah memberikan telepon genggam itu kepada anak, mereka harus lebih berkonsentrasi untuk memperhatikan apa-apa saja yang dipergunakan si anak dalam telepon genggamnya. Bisa saja kan awalnya hanya untuk bermain game, tetapi karena keingintahuannya bisa-bisa dia menggunakannya untuk hal yang tidak-tidak," ucapnya.