Ikan Mas dan Ikan Nila yang mati mendadak di KJA milik petani. (foto : Frengki).

Humbahas, hetanews.con - Peristiwa ikan mati mendadak di Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Danau Toba kembali terjadi. Sebelumnya ini terjadi di Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun.

Kali ini terjadi di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Diperkirakan ikan yang mati mencapai 500 ton dan kerugian ditaksir sebesar Rp 13 miliar.

Ikan yang bermatian di KJA milik petani. (foto : Frengki).

Para petani KJA di sisi Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas tampak membersihkan danau dari bangkai ikan yang mengambang.

Informasi dihimpun, Rabu (11/1/2017), kasus kematian ikan secara mendadak ini mulai diketahui sejak Minggu (8/1/2017). Ikan mas dan ikan nila yang terdapat di KJA para petani, tiba-tiba mati dan mengambang di permukaan air.

Mangadar Purba, salah seorang pemilik KJA di Desa Tipang, mengaku bingung apa yang menyebabkan kematian ikan-ikan mereka. Menurutnya, ini akibat dari limbah Sungai Aek Silang.

Mangadar Purba salah satu petani KJA di Perairan Danau Toba.(foto : Frengki).

"Sementara menurut Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Humbahas seperti kekurangan oksigen. Nantilah kita tunggu hasil pemeriksaan petugas," kata Mangadar.

Lanjutnya, dinas dari Provinsi Sumatera Utara juga sudah turun ke lokasi untuk melihat ikan  milik masyarakat. "Mereka sudah mengambil sampel air dan ikan yang mati,” ujarnya.

Perjalanan menggunakan kapal ke lokasi KJA milik petani.(foto : Frengki). 

Menurutnya, sedikitnya 61 Rumah Tangga Produksi (RTP) pemilik KJA di daerah itu mengalami nasib serupa.

"Dan besok kami akan ke kantor bupati untuk melihat apa tindakan Bupati Humbasa terhadap pengusah keramba apung ini," paparnya.