Ilustrasi: Pedagang cabai rawit

JAKARTA, hetanews.com - Persoalan melambungnya harga komoditas cabai rawit masih perlu penangangan yang lebih cepat dari pemerintah. 

Memasuki minggu kedua di Januari 2017, harga cabai belum tergoyahkan masih di kisaran Rp 100.000 per kilogram (kg).

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, hingga minggu kedua di Januari 2017 kenaikan harga cabai masih saja terlihat.

"Memang pada minggu kedua ini harga cabai rawit masih belum tergoyahkan dan masih sulit untuk digoyang dan kenaikan dalan kurun waktu tujuh hari ini kenaikannya juga masih terlihat, harusnya bertahan saja sudah cukup bagus," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (11/1/2017).

Dia mengharapkan, agar pemerintah bertindak cepat dalam mengatasi melambungnya harga cabai rawit dengan melakukan subsidi silang atau memasok cabai dari daerah yang produksinya tinggi kepada daerah yang kekurangan pasokan cabai.

"Sesegera mungkin melakukan subsidi silang, saat ini di pasar memang belum kami lihat dan memang sudah kami cek di wilayah Jabodetabek," tambahnya.

Benih Cabai

Sentra Produksi Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sudjono mengatakan, pada tahun ini pihaknya berencana mendistribusikan 10 juta benih cabai. 

Kementerian Pertanian (Kementan) juga berupaya memperkuat sentra atau daerah produsen cabai rawit di luar pulau Jawa sebagai daerah penyangga.

Dengan daerah penyangga di luar pulau Jawa diharapkan pemenuhan kebutuhan cabai tidak tergantung pada pulau Jawa.

"Kementan fokus mengembangkan daerah penyangga produsen cabai rawit di Sumatera dan Kalimantan," ujar Spudnik.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian kebutuhan cabai rawit pada Januari 2017 mencapai 68.000 ribu ton dengan prediksi produksi mencapai 77.000 ribu ton.

"Untuk kebutuhan Januari 2017, pada bulan Oktober lalu sudah dilakukan penanaman," pungkasnya.

Distribusi

Sementara itu, Direktur Uatama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Agus Andayani mengatakan, pendistribusian komoditas cabai rawit dari daerah penghasil tengah dilakukan ke beberapa daerah. 

Yakni mulai dari Pontianak, Samarinda, Jakarta, Pangkal Pinang dan Padang.

Agus mengatakan, harga cabai di daerah penghasil masih cukup tinggi. 

Seperti di Gorontalo, dari tingkat petani Rp 55.000 per kg sampai Rp 59.000 per kg dan biaya distribusi cabai Rp 15.000 per kg dari Gorontalo ke Jawa.

Pihaknya berharap, kemandirian daerah untuk menyediakan cabai untuk kebutuhan masing-masing wilayahnya perlu ditingkatkan.

"Upayanya itu adalah dengan membangun kluster-kluster cabai di setiap daerah," ungkapnya.

 

 

 

sumber: kompas.com