In Hole Fiktif, Mantan Aska PTPN IV Dosin Diduga Terima Fee

Gambar berbentuk puting susu pada bagian tengah lapis bawah big hole adalah lubang in hole yang tidak digali secara manual.

Simalungun, hetanews.com - Lubang in hole fiktif di lubang big hole tanaman ulang kelapa sawit tahun 2016 PTPN IV Unit Kebun Dolok Sinumbah, diduga akibat adanya permintaan fee (komisi) mantan Asisten Kepala (Aska), Bernad Purba dari pelaksana kegiatan hingga mencapai Rp 1.000 per lubang.

Pasalnya, termaktub pada syarat-syarat teknis tanaman ulang tahun 2016 itu pemberi pekerjaan wajib memberikan petunjuk teknis setiap saat, sehingga penerima pekerjaan atau pemborong dapat memenuhi persyaratan secara kuantitas/kualitas.

"Akan tapi syarat-syarat teknis tanaman ulang tersebut diabaikan. Mungkin akibat adanya fee yang diberikan pemborong kepada mantan Aska yang kini menjabat aska di PTPN IV Adolina hingga mencapai Rp 1.000 per lubang," duga sumber yang identitas dirinya tidak ingin dicatutkan, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, aksi mengaut untung pribadi mantan Aska itu berawal dari ketidak mampuan pemborong dalam menyediakan tenaga kerja. Hingga mantan aska berinisiatip mensahkan alat berat melakukan galian in hole yang seharusnya digali secara manual dengan rincian upah Rp 3.133 per lubang 

Sesuai data, sambungnya, jumlah luasan lahan tanaman ulang tahun 2016 PTPN IV Dosin terhitung Afdeling I-Vberkisar 800 hektar.

Dengan rincian 140 lubang per hektar. Dikali luasan itu, total seluruh lubang yakni 112.000 lubang. Dikali Rp 1.000 per lubang, mantan Aska itu meraup keuntungan Rp 112 juta.

Selain meraup keuntungan pribadi dari fee lubang in hole yang diduga penyebab tidak lurus dan tidak padatnya tanaman bibit kelapa sawit, mantan Aska juga mengaut untung pribadi dari pengadaan benih bibit mucuna bracteata yang dipatoknya Rp 850.000 per kg. Sementara harga sebenarnya yakni Rp 650.000 per kg.

"Realisasi kegiatan tanaman ulang ini terbilang gagal dan terindikasi akibat adanya kepentingan pribadi mantan Aska. Sehingga PTPN IV selaku pemberi kegiatan tidak melakukan pengawasan sebagaiman termaktub dalam kontrak kerja. Kami sangat berharap agar penyimpangan yang terjadi diusut," pinta sumber.

Aska PTPN IV Adolina, Bernad Purba yang sebelumnya menjabat Aska PTPN IV Dolok Sinumbah semasa berlangsungnya kegiatan tanaman ulang kelapa sawit tahun 2016, tidak bersedia menanggapi informasi yang dilayangkan melalui pesan singkat. Sementara nada kirim pesan singkat telepon selulernya aktif.

Sebelumnya, Manager PTPN IV Dolok Sinumbah, TM Siahaan terkait tidak sesuainya realisasi kegiatan tanaman ulang tahun 2016 sebagaimana tertuang pada syarat-syarat teknis tanaman ulang akibat kendornya pengawasan, sehingga dirinya selaku manager turun meninjau. 

 

Penulis: Zai. Editor: Aan.