Ketua SBSI Siantar, Ramlan Sinaga bersama perwakilan jukir. (foto : Ndo).

Siantar, hetanews.com - PT Lumban Garaga, pemenang tender parkir tepi jalan Kota Siantar tahun 2016 dituding tidak membayar gaji juru parkir (jukir) selama 242 hari yakni Rp 78.500 per harinya.

Tudingan ini dikatakan Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Kota Siantar, Ramlan Sinaga bersama beberapa perwakilan jukir saat akan mengadukan hal tersebut pada Penjabat (Pj) Wali Kota Siantar, Selasa (10/1/2017).

"Dari berakhirnya kontrak PT Lumbang Garaga hingga hari ini, upah jukir Rp 78.500 per hari tidak dibayarkan. Sama sekali belum ada dibayarkan," ujarnya.

Mereka juga mau menyampaikan pernyataan sikap kepada Pemko Siantar untuk penolakan parkir tepi jalan ditenderkan.

Dalam pernyataan sikap itu, dari pengalaman dan kesalahan yang didapat selama ini, mereka meminta bahwa proses tender parkir tidak dilanjutkan.

"Terserah Pemko Siantar siapa yang mengelola, tapi yang penting jangan dipihak ketiga kan. Personil jukir sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota soal titik parkir sebanyak 130. Kalau ditotal upah jukir tidak dibayarkan, saya rasa itu sudah bicara miliar (rupiah) yaitu dari 130 orang dikali 78.500 dikali 242 hari," lanjut Ramlan.

Selain ke Wali Kota, mereka juga menyampaikan pernyataan surat itu ke DPRD Kota Siantar dengan tembusan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) serta Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Dikatakan, apabila tidak kelanjutan dari Pemko Siantar, mereka akan membawa ke ranah hukum.

Sementara itu, Sahman Saragih selaku Direktur PT Lumban Garaga membantah dengan tegas tidak menepati membayarkan sesuai yang tertulis didalam kontrak.

Bahkan, ia menyebutkan hasil mereka sudah baik dan sudah diketahui oleh pihak Pemko Siantar.

"Gak ada itu. Kita sudah selesaikan semuanya dengan sesuai yang dikontrak. Bisa tanya Dispenda atau Pemko Siantar bagaimana kita menyelesaikan kontrak itu dengan baik," tegasnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.