Polisi Buru 5 DPO Pemerkosa Siswi SMA, Ini Fotonya

DPO salah satu pelaku Ap (17)

Siantar, hetanews.com - Polisi terus memburu 5 orang pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencabulan dan penganiayaan terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Siantar berinisial SR (15). Polisi menyebut kelima DPO terancam dihukum lebih berat dibanding 3 pelaku yang sudah ditangkap. 

Demikian disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)  Polres Siantar Aiptu Malon Siagian dihubungi melalui sambungan selulernya, Senin (9/1/2017).

Pelaku berinisial SS (19) berstatus DPO.

"Berkas kelima (DPO) ini nantinya akan beda dengan tiga orang tersangka yang sudah ditangkap, karena mereka sudah masuk DPO, hukuman mereka juga akan lebih berat," tandasnya.

Polisi menghimbau kelima pelaku agar menyerahkan diri. Namun, jika hal itu tak terwujud, Siagian memastikan akan mencari kemanapun dan menangkap kelimanya.

Pelaku yang namanya belum diketahui berstatus DPO.

"Diutamakan seperti itu (serahkan diri). Surat DPO mereka sudah ke Poldasu, lalu diserahkan ke Mabes Polri. Jadi semua polres akan menerima data DPO ini dan bisa menangkapnya. Jika tidak (menyerahkan diri), kami akan cari terus, pasti kena tangkap itu," ungkapnya.

Status DPO yang dikeluarkan polisi berdasarkan pencarian selama seminggu terhadap para pelaku. Namun, kelima tak juga ditemukan membuat polisi mengeluarkan status DPO.

Pelaku berinisial MS (19)

"Dasarnya mereka DPO dari laporan korban. Mereka sudah dicari seminggu tapi melarikan diri. Kalau mereka tidak salah kenapa mereka harus lari. Yang pasti kelima orang ini ikut serta dalam kasusnya, pengakuan dari tersangka dan korban," tandasnya.

Selain mendapat pencabulan, korban juga menerima penganiayaan berupa sulutan rokok dibagian pahanya. Bahkan, kelima pelaku DPO disebut ikut menindih tubuh korban. Tiga pelaku sudah ditangkap yakni, AJP, RIS dan JS.

Pelaku berinisial JM (21)

"Betul, ada 5 titik sulutan rokok di paha korban, tapi belum bisa dipastikan siapa saja yang lakukan itu, kami harus tangkap dulu semua pelakunya. Pengakuan para tersangka, kelima orang DPO ini menindih korban dan tersangka berinisial JS. Sedangkan AJP dan RIS mengaku hanya mencium serta meraba tubuh korban," Siagian mengatakan.

Penulis: BT. Editor: Aan.