Riset Terbaru, Pertambahan Usia Kurangi Kemampuan Bercerita

Komunitas Pecinta Bacaan Anak Sedang bercerita di atas kereta Taksaka jurusan Jakarta - Yogyakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Cheta Nilawaty

Queensland, hetanews.com--Kemampuan seseorang untuk menceritakan kisah ringkas dan mempertahankan semua fakta berturut-turut, mungkin menurun seiring bertambahnya usia, demikian hasil riset yang tertuang dalam Jurnal Riset Psikolinguistik.

Para peneliti di Universitas Charles Sturt, Australia, merekrut dua kelompok yang terdiri dari 30 orang, sebagian besar wanita. Satu kelompok berusia rata-rata 30 tahun dan satunya lagi rata-rta 68 tahun. Tingkat pendidikan kedua kelompak sama dan mereka menggunakan pesan teks atau SMS dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua kelompok diminta mengkonstruksikan kisah dari gambaran karton koboi dan kudanya. Secara rata-rata, peserta yang lebih muda mengisahkan cerita dengan 98 kata-kata bertutur (spoken words) dan membuat 29 kesalahan, berbanding 120 kata-kata dan 89 kesalahan yang dilakukan kelompok lebih tua.

Riset ini melihat kemampuan dua kelompok menyampaikan sebuah cerita dalam pesan teks (SMS). Teks dari kelompok yang lebih tua mengandung lebih sedikit kata-kata, kurang lengkap dan kurang informatif, dibanding tulisan peserta yang lebih muda. Peserta yang lebih tua juga lebih banyak menggunakan kata-kata bertutur dan melakukan lebih banyak kesalahan, seperti tidak konsisten menggunakan kata ganti, pengulangan fakta-fakta dan informasi yang bertentangan.

Penelitian itu menyarankan perubahan-perubahan terkait usia dalam ingatan dan perhatian dapat merusak kemampuan untuk mereproduksi inti cerita. Orang-orang berusia lanjut mungkin lebih banyak menggunakan kata-kata untuk mengimbangi berkurangnya kemampuan menghasilkan percakapan yang utuh, nyambung dan informatif. Ketika mereka dipaksa meringkas informasi ke dalam pesan teks, hasilnya  terdistorsi jauh.

Daily Telegraph

Penulis: -. Editor: Edo.