Ini Pasal yang Dikenakan Terhadap Jan Wanner Saragih

Ketua DPRD Simalungun, Johalim Purba bersama Jan Wanner Saragih saat mengunjunginya di Poldasu. (foto : Facebook).

Simalungun, hetanews.com - Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) melalui Kabid Humas, Kombes Rina Sari Ginting menuturkan, tersangka Jan Wanner Saragih (JWS) terlibat kasus dugaan korupsi Pesta Danau Toba (PDT) tahun 2012, yang mencapai kerugian negara hingga Rp 800 juta.

Rina mengatakan, penyelenggaraan PDT tahun 2012 tersebut berasal dari dana hibah sebesar Rp 3 miliar, bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Provinsi Sumut.

Namun, Jan Wanner yang saat itu sebagai Ketua Panitia PDT diduga melakukan korupsi sehingga mengakibat negara merugi.

"Kerugian keuangan negara sebesar Rp 841.630.000," tulis Rina melalui pesan singkat whatsapp (WA) kepada hetanews, Minggu (8/1/2017).

Tersangka yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Simalungun itu telah dilakukan penahanan sejak tanggal 6 Januari 2017. 

Namun, saat perayaan megah tersebut tersangka juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Simalungun.

("JWS) ditahan di Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) Polda Sumut," ungkap Rina.

Kini, mantan Kepala Dinas Kehutahan (Kadishut) Kabupaten Simalungun tersebut telah mendekam dibalik jeruji.

Rina menyampaikan, tersangka telah dikenakan pasal Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

"Pasal 2 ayat (1) sub Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP," pungkasnya.

Penulis: BT. Editor: Aan.