Otak Dinosaurus. livescience.com

Jakarta, hetanews.com - Misteri mengapa Dinosaurus mengalami kepunahan setelah serangan Meteor Cretaceous, sedangkan kelompok burung, mamalia, amfibi, dan reptilia mampu melalui periode sulit dan berkembang hidup, akhirnya akan terpecahkan. Paleontologis menemukan bahwa dinosaurus muda membutuhkan waktu cukup lama untuk menetas dan tumbuh menjadi dewasa sehingga populasinya gagal pulih cepat setelah dampak yang menghancurkan 65 juta tahun lampau.

Sebaliknya, keturunan unggas dan mamalia kecil hanya memerlukan beberapa pekan untuk melihat dunia sehingga memberikan mereka keunggulan tersendiri. Penemuan oleh ilmuwan Universitas Negeri Florida dan Universitas Calgary, ini menyadari kemungkinan berapa lama waktu dinosaurus untuk menetas berdasarkan tanda-tanda gigi embrio dan bayinya.

Masa inkubasi yang lama—telur menetas dalam waktu 11 hingga 85 hari–– menjadikan telur-telur, dan orangtua Dinosaurus, rentan terhadap pemangsa. Fakta ini membuat mereka berjuang keras membangun kembali spesiesnya.

Untuk mengetahui kekuatan Dinosaurus, tim peneliti mempelajari fosil janin Dinosaurus. Dua tipe janin Dinosaurus yang diuji berasal dari protoceratops, dinosaurus seukuran domba yang ditemukan di Gurun Gobi yang telurnya agak kecil, dan hypacrosaurus, dinosaurus raksasa yang ditemukan di Alberta, Kanada dengan telur seberat sembilan pounds atau setara 4 kg.

Tim peneliti memeriksa rahang janin Dinosaurus melalui CT scanner untuk melakukan visualiasi pembentukan gigi. Selanjutnya, mereka mengekstrak beberapa gigi untuk diteliti di bawah mikroskop canggih. “Embrio bisa berpotensi memberi tahu kita bagaimana dinosaurus berkembang dan tumbuh di fase awal kehidupan,” ujar Darla Zelenitsky, asisten Profesor Geoscience Universitas Calgari.

Gregorius Erickson Profesor Ilmu Biologi Universitas Negeri Florida, mengatakan gigi Dinosaurus “seperti cincin dalam pepohonan” (tree ring). Sehingga kita benar-benar dapat menghitung gigi-gigi itu untuk melihat berapa lama setiap Dinosaurus berkembang. Hasilnya menunjukkan janin Protoceratops membutuhkan waktu tiga bulan untuk menetas sedangkan embrio hypacrosaurus memerlukan waktu enam bulan.


 

Daily Telegraph