Ketua MPI Tebingtinggi, Safar Pulungan.

Tebingtinggi, hetanews.com - Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kota Tebingtinggi telah menyurati Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terkait pembangunan 9 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Komunal Sanitasi Bersama Masyarakat (Sanimas) tahun 2016 bantuan dari dana International Development Bank (IDB) yang diduga penuh kecurangan dan berpotensi korupsi.

Hal itu disampaikan Ketua MPI Tebingtinggi, Safar Pulungan didampingi Ketua LSM Komunitas Pelopor Anti Korupsi (Kompak) Jurhaidi kepada hetanews, Jumat (6/1/2017).

Keduanya mengatakan, telah menyurati Bappeda dan segera melayangkan surat kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tebingtinggi untuk dilakukan investigasi dugaan kecurangan pekerjaan Ipal Sanimas, berbiaya 1 unitnya sebesar Rp 425 juta, dengan lebar 5 meter dan panjang 7 meter, serta dapat menampung kebutuhan rumah tangga sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK).

Safar menuturkan, ada 9 titik Ipal Sanimas yang pembangunannya sudah mencapai 40 persen yaitu di Kelurahan Karya Jaya 2, Mandailing, Bandar Utama, Sri Padang, Pinang Mancung, Bandar Sakti, Mentos dan Satria.

"Kita telah lakukan investigasi dengan pengalaman konstruksi bangunan. Kita telah siapkan surat ke Kejaksaan lengkap dengan data didapatkan di 9 Ipal yang diduga pekerjaannya penuh kecurangan tak sesuai spesifikasi atau besteknya," ucap Safar.

Dan menurutnya, perlu diketahui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pembuatan Ipal Sanimas diserahkan ke Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan kelompok kerjanya dilakukan secara gotong royong.