Kondisi pengerjaan proyek pembuatan pipa PDAM milik Dinas PU Tebingtinggi.

Tebingtinggi, hetanews.com - Meski tahun anggaran proyek 2016 telah selesai, namun di sejumlah lokasi kegiatan proyek masih saja ada temuan tak sesuai kontrak yang telah ditanda tangani. Padahal, anggaran 2017 bakal di paripurnakan DPRD Kota Tebingtinggi.

Bahkan ada pula hasil kegiatan proyek 'mengundang' korban jiwa. Seperti proyek pengerjaan pembuatan pipa PDAM yang dikerjakan di anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebingtinggi, dimana pipa yang telah ditanam tidak seluruhnya ditutup dengan cor semen.

Akibatnya, bekas galian pipa di sejumlah lokasi sudah menjadi lubang besar dan kubangan, sehingga pengguna kenderaan semakin hati-hati saat melintas. Begitu juga pejalan kaki. Bila malam hari warga tidak berani memarkirkan kenderaan ke pinggir jalan takut longsor. Sehingga jalan terbaik memarpirkan kenderaan agak ke tengah badan jalan.

Ketua LSM Pijar Keadilan Kota Tebingtinggi, Ricard Hary Mukti, Jumat (6/1/2017) menegaskan, bahwa hal ini jelas bisa melanggar kontrak kerja dan layak menjadi prioritas penyidikan penegak hukum, baik Kejaksaan dan Kepolisian dalam menjalankan sumpah jabatan.

Sebab, proyek diduga tidak selesai dikerjakan dengan menutup bekas galian dengan cor semen seperti di Jalan Sutomo, Jalan Pahlawan dan Jalan Tengku Imam Bonjol.

Menurut Ricard, proyek dimaksud tidak mencantumkan plang kegiatan. Ini artinya rekanan maupun kelompok yang mengerjakan tidak mengindahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pemasangan Papan Plang Proyek Wajib dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. 

"Pemerintah diwajibkan untuk memasang papan nama proyek. Atas kondisi itu, proyek dimaksud sangat layak diusut," ujarnya.

Dalam catatan di Lembaga Pengadaan Secara Elektonik (LPSE) Kota Tebingtinggi, proyek itu bernilai Rp 1.476.666.000 dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp 1.476.666.000 dikerjakan CV Batang Gadis senilai Rp 1.356.740.000 dan saat tender diikuti 11 perusahaan.

Fakta di lapangan, pihak pemenang tender tidak menunjukkan plang papan proyek sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kadis PU Kota Tebingtinggi, Bakri Siregar ketika dikonfirmasi tidak berada di tempat.

Menurut staf pegawai, atasan mereka sedang mengikuti sidang paripurna DPRD Tebingtinggi dalam pembahasan anggaran 2017.