Suasana perayaaan Natal Oikumene Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, hetanews.com - Perayaan Natal Oikumene Kota Tebingtinggi Tahun 2016 yang digelar di Lapangan Brimob jalan A.Yani, Rabu (28/12 /2016) sekira pukul 16.00 WIB berlangsung semarak dan dihadiri 2.500 an jemaat Tuhan dari denominasi gereja.

Namun sayang,usai acara pujian dari artis pendukung disela sela acara kata sambutan, Perayaan Natal Oikumene Tebingtinggi ‘tergesek’ akibat kata sambutan Ketua Umum Panitia Natal,Ogamota Hulu.

Dimana, usai menyebut kehadiran sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan jemaat Tuhan, Ogamota Hulu lebih ‘mengkampanyekan’ Rumah Makan (RM) Angkola milik Kadis Pendidikan (Kadisdik) Tebingtinggi, Pardamean Siregar. Akibat ucapan berlebihan itu, Ogamota yang juga anggota DPRD Tebingtinggi itu dituding mengkaburkan makna Natal sehingga menjadi cebiran jemaat yang hadir.

Bukan sekali atau dua kali ucapan Ogamota Hulu ‘mengkampanyekan ‘RM Angkola yang dipercayakan menyediakan makanan Natal yang dibiaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tebingtinggi lebih dominan dari makna Natal dan kehadiran Organisasi Kristen yang telah hadir sejak pukul 14.00 Wib seperti tidak menyebut kehadiran Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kota Tebingtinggi.

Nasi kotak dari RM Angkola milik Kadisdik Pardamean Siregar.

Menanggapi hal itu, Pdt MH Sianturi selaku Pembina Bamagnas Kota Tebingtinggi, Kamis (29/12/2016) di ruang kerjanya, mengaku kecewa.

“Awalnya kita bangga atas kehadiran jemaat Tuhan, tapi di saat memasuki kata-kata sambutan kemeriahaan Natal semakin berkurang. Jemaat juga saling berkomunikasi dengan disamping ini mungkin akibat ‘kampanye’ Ketua Umum Panitia Natal Ogamota Hulu untuk nasi kotak dari RM Angkola,” tukasnya.

Bahkan, Sianturi menyesalkan sikap Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi, Zulkarnain diwakili Kadis Pertanian (Kadistan) Marimbun Marpaung ketika menyampaikan kata sambutan pada Natal yang digelar Pemko Tebingtinggi. Pasalnya, Marimbun Marpaung sama sekali tidak menggangap keberadaan Bamagnas Tebingtinggi.

Perlu diketahui ujar Sianturi, Ormas Kristen yang diakui berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Keormasan adalah Bamagnas sebagaimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

“Untuk itu, Bamagnas Tebingtinggi meminta dengan tegas kepada Pj Wali Kota Tebingtinggi supaya memperingati Kadistan atas hal itu,” pinta Sianturi.

Sementara itu, Pak Maria salah seorang jemaat Tuhan, juga mengatakan menyesalkan nasi kotak yang dibagi sebelum kebaktian Natal dan sebagian ada yang bau basi. “Seharusnya hal ini diantisipasi mengingat nasi kotak yang dipesan lebih dari 2.500 kotak agar jemaat tidak kecewa,” tandasnya.

Dalam pantauan di lapangan, kehadiran FKPD seperti Ketua DPRD Ridho Chap, Kapolres AKBP Ciecu Cahyati, mewakili Kaden Brimbon AKP Tampubolon, mewakili Kandepag, pengurus BKAG, Bamagnas, GAMKI, PWKI, pengurus Guru Guru Sekolah Minggu. Semnetara kotbah Natal disampaikan Ephorus Pdt  Darwin Lumbantobing Ephorus HKBP.

Sebelum acara Natal,dilaksanakan pembagian beras kepada jemaat kurang mampu dari perwakilan berbagai gereja.