Kondisi pengerjaan proyek di Jalan Sekata. (foto : Istimewa).

Siantar, hetanews.com - Proyek bersumber dari anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 2,8 miliar lebih di Jalan Sekata, Kecamatan Siantar Utara, merupakan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Siantar tahun anggaran (TA) 2016 mencurigakan.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan PT Kalitra Bersinar Mandiri, Rikson Sibuea selaku Direktur perusahaan di Jalan Singamaraja Gang Angkir Medan itu masih terbengkalai. Sementara Surat Perintah Kerja (SPK) kegiatan tersebut diketahui tanggal 12/10/2016 dengan masa kerja 75 hari kalender.

Miris lagi, proyek bernomor SPK/600/ 12/SPP-RPJ/PMK/BMP/X/2016 tidak memiliki base camp yang notabene sebagai tempat penyimpanan alat-alat kerja, material, maupun sebagai tempat pemajangan master plan.

Sehingga tampak di lokasi material kegiatan memperkumuh keadaan dan menghambat lancarnya berlalu lintas.

Kuat dugaan realisasi kegiatan itu terindikasi menyimpang dari spek. Dimana fakta di lapangan ketebalan dinding cor bak kontrol bertulangan besi dengan ukuran bervariasi itu sudah mengalami retak di sejumlah titik. Dan tampak besi tulangannya membayang.

Terkait kecurigaan itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, Solo Lubis mengatakan, apabila kegiatan tidak rampung dikerjakan tepat waktu, maka PT Kalitra Bersinar Mandiri akan dikenakan denda. Akan tapi, apabila masih dapat dikejar sesuai tenggat waktu tidak didenda.

"Terjadinya denda itu apabila kegiatan tidak rampung dikerjakan tenggat waktu yang ditetapkan. Kalau masih dapat, tidak akan didenda," bilang Solo dari seberang telepon seluler miliknya, Rabu (28/12/2016) dan menjelaskan Dinas PU Bina Marga tidak ada mengalokasikan dana pembuatan base camp maupun master plan.

Menurutnya, realisasi kegiatan itu sudah sesuai dengan spesifikasi teknik yang tertuang pada Rincian Anggaran Biaya (RAB). Dan besi polos yang dipasangi sebagai penulangan bak kontrol sudah sesuai, karena pada dasarnya volume besi yang harus dipasangi adalah bervariasi.