TU Diserang Kumbang Tanduk, Dituding Tanggung Jawab Manager Lama 

Tanaman ulang 2015 Kebun Bahjambi yang disisip dengan bibit kelapa sawit disablon. (foto : Zai)

Simalungun, hetanews.com-Diserangnya tanaman ulang kelapa sawit tahun 2015 PTPN IV Unit Kebun Bahjambi, Manager yang baru, Agus Hendra mengelak memberikan penjelasan. 

"Itu bukan kapasitas saya dan tanggung jawab manager lama, Cokro yang saat ini menjabat Manager Pabatu. Kesana saja minta keterangan," ujar Agus disela-sela rapat di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Agus, dirinya baru sebulan menjabat manager. "Saya kan baru sebulan menjabat, jadi bagaimana menjelaskan. Selaku manager baru, kami tetap mengoptimalkan perawatan. Untuk lebih lengkapnya, tanya langsung kepada Asisten Kepala (Askep) Bagian Utara, Edwin Nasution," ungkapnya dan mempersilahkan Askep menjelaskan.

Menurut Edwin, kerusakan yang terjadi pada tanaman ulang kelapa sawit tahun 2015 bukan semata-mata akibat minimnya tanaman mucuna, sehingga populasi hama endemik kumbang tanduk meningkat dan menyerang tanaman di Afdeling 1. Akan tapi dikarenakan faktor iklim.

Dijelaskan, perawatan dan penyisipan terhadap tanaman ulang yang mati pihaknya mengalokasikan anggaran perawatan TBM 1. 

Dan terkait oknum anggota DPRD Sumatera Utara sebagai pelaksana tanaman ulang, dirinya mengelak dengan mengatakan bahwa setau dirinya pelaksana kegiatan mengatas namakan perusahaan sebagai pihak pemborong yang ditetapkan pihak PTPN IV Medan.

"Lagi saya kan baru menjabat Askep Bagian Utara, yang jelas mana tanaman ulang yang mati harus kami sisip. Pembiayaan perawatan dan penyisipan kami alokasikan dari anggaran TBM 1. Karena itu bukan lagi tanggung jawab pemborong kegiaan. Kalau informasi anda menyebut pelaksana kegiatan oknum anggota DPRD Sumut, yang kami tau adalah perusahaan," sebutnya. 
 

Penulis: Zai. Editor: Aan.
Komentar 1