Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

KPUD Siantar Segera Tetapkan Hulman-Hefriansyah Paslon Terpilih

Ketua KPUD Siantar, Mangasi Purba. (foto : Lazuardy Fahmi).

Siantar, hetanews.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Siantar segera akan menetapkan Hulman Sitorus-Hefriansyah (Manis) sebagai pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih.

Hal ini ditegaskan Ketua KPUD Siantar, Mangasi Tua Purba, usai mengikuti sidang putusan di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (14/12/2016) sekira pukul 10.00 WIB, menolak gugatan yang diajukan paslon Wesly Silalahi-Sailanto (Westo).

Menurut Mangasi, gugatan paslon nomor urut 4 tersebut ditolak oleh 9 Majelis Hakim yakni Arif Hidayat (Ketua), Anwar Usman (Anggota), Patrialis Akbar (Anggota), Suhartoyo (Anggota), Aswanto (Anggota), Maria Farida Idratik (Anggota), Wahidudin Adam (Anggota), I Dewa Gede Palguna (Anggota) dan Manahan MP Sitompul (Anggota). 

Adapun isi putusan MK adalah, pertama menyatakan eksepsi termohon dan pihak terkait mengenai kewenangan MK tidak diterima. Kedua mengabulkan eksepsi termohon dan pihak terkait sepanjang mengenai kedudukan hukum (legalstanding) pemohon.

"Majelis hakim menilai bahwa permohonon pemohon tidak diterima. Majelis hakim beralasan jika legalstandingnya atau ambang batasnya tidak terpenuhi," ucap Mangasi melalui sambungan selulernya.

Ditanya langkah selanjutnya yang akan dilakukan KPUD, Mangasi menyebutkan, pihaknya akan melakukan penetapan paslon terpilih Wali Kota dan Wali Kota peraih suara terbanyak, yakni Hulman-Hefriansyah.

"Langkah selanjutnya dalam waktu dekat kita akan lakukan penetapan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Karena tidak ada lagi gugatan atas hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Susulan 16 November 2016 mendatang," sebut Mangasi.

Penulis: Tom. Editor: Aan.
Komentar 1
  • Carles Siahaan
    Sebenarnya Paslon yang menggugat tdk mengerti PKPU yang batasan selisih Perolehan suara 2 % yang dapat di gugat...... krn itu setiap TS harus menguasai aturan dulu baru menggugat ke MK