Polres Taput Tangkap 2 Orang Pengedar Sabu, 1 Warga Siantar

Kedua pelaku diapit petugas dengan barang bukti sabu. (foto : Gihon)

Taput, hetanews.com - Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil mengamanka dua orang tersangka diduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu dari lokasi Hotel Hineni di Jalan Raja Johannes, Tarutung, Senin (12/12/2016).

Informasi dirangkum hetanews, Rabu (14/12/2016), tersangka yang diamankan yakni Susilo (45), warga Jalan Balige, Siborong-borong dan Rahmat Hamdani (34), warga Jalan Kasuari No 18, Desa Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Kotaa Siantar. 

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti sebungkus rokok Lukcy Strike berisikan 4 paket narkotika jenis sabu, 1 paket sabu dibungkus plastik klip warna bening, 1 buah tablet yang sudah rusak di dalamnya terdapat 4 paket sabu, 1 buah handphone (HP) Black Berry, timbangan elektrik dan mobil Xenia warna hitam nomor polisi (nopol) BK 1963 WD.

Kedua tersangka ditangkap petugas, setelah terlebih dulu diintai berdasarkan informasi dari masyarakat. Sebelum keduanya ditangkap, petugas terlebih dahulu memancing tersangka jika ada yang membeli sabu dan menunggu di Hotel Hineni, Tarutung. 

Sekira pukul 14.00 WIB, tiba-tiba Susilo muncul dan petugas langsung mengamankannya. Namun saat digeledah tidak ditemukan barang bukti. Saat diinterogasi, Susilo mengakui bahwa sabu tersebut masih di dalam mobil yang dibawa Rahmat Hamdani.

Lalu Susilo menghubungi temannya Rahmat melalui telepon supaya membawa sabu tersebut. Tak berapa lama, Rahmat mendatangi Hotel Hineni, namun meninggalkan sabu di dalam mobil yang parkir di pinggir jalan. 

Setelah petugas melihatnya, langsung menangkap Rahmat. Lalu memerintahkan agar sabu di dalam mobil diambil secara bersama-sama dengan petugas. Tanpa ada perlawanan, keduanya diboyong ke Sat Narkoba Polres Taput untuk pengembangan lebih lanjut. 

Dalam pemeriksaan, keduanya mengakui kalau mereka secara bersama-sama membawa barang haram itu dari Siantar dan mau dijual pada seseorang di Tarutung.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dapat dikenakan pasal 114 ayat 1 subs pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Penulis: Gihon. Editor: Aan.
Komentar 1