Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

Ular Juga Punya Cara untuk Bercinta

Ilustrasi ular kawin

UtahAS, hetanews.com - Ular selama ini sudah menjadi momok bagi manusia.  Hewan ini dianggap berbahaya dan layak disingkirkan. Karena itu, hanya sedikit orang yang mau bersentuhan dan meniliti kehidupan reptil ini secara mendalam.  

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 3 ribu spesies ular yang  hidup di semua benua,  kecuali di Antartika. Segi reproduksi hewan melata ini jarang diperhatikan. “Masih banyak yang belum tahu bagaimana proses ular kawin,” ujar peneliti ular dari Utah State University, Andrew Durso, seperti dikutip dari Livescience, Selasa, 28 Oktober 2014.

Sistem reproduksi ular jenis garter baru-baru ini  dipelajari secara ekstensif. Garter betina akan muncul setelah berhibernasi, atau dikenal dengan brumation, saat musim dingin. Saat garter jantan mengirup aroma betina ini, mereka mengerubungi betina dan membentuk “lingkaran kain”.

Dalam kawanan ular, sang jantan akan melakukan usaha sebaik mungkin untuk mendapatkan perhatian betina agar dapat membuka cloaca (lubang reproduksi sekaligus saluran untuk buang kotoran) dan memasukkan penisnya. Durso mengatakan, tak jarang jantan melakukan kekerasan dengan mencekik betina dengan taringnya untuk membuat vagina milik betina terbuka.

Jenis ular lainnya, seperti anaconda hijau, juga bereproduksi dengan metode yang sama. Strategi kawin ini, menurut Durso, mungkin khas untuk ular yang hidup di daerah dengan musim panas yang pendek. “Tapi itu sebagian besar kecil spesies.”

Banyak ular juga diketahui melakukan pendekatan one-on-one sebelum kawin. Jantan akan mengiikuti betina ke manapun pergi ketika sudah “terhipnotis” dengan aroma feromon betina. Jika ada dua jantan yang tergaet, Durso mengatakan, pasti akan terjadi adu atensi di antara keduanya.

Ketika jantan ular jenis pengerat dan ular berbisa jantan bertemu misalnya, pasti keduanya akan sama-sama berdiri dan saling menatap. Kemudian keduanya mencoba untuk saling menundukkan dengan menindihkan kepalanya di atas kepala lawan. “Hampir seperti panco,” ujarnya. “Yang kalah harus mencari pasangan lain.”

Pemenang dapat mengendalikan betina dengan berbagai cara. Dia mungkin menggosokkan dagunya ke seluruh tubuh untuk membangkitkan gairah betina. Atau, si jantan menggetarkan tubuhnya. “Beberapa jenis juga melakukan rangsangan dengan lidahnya.”

Menariknya, ular jantan memiliki dua penis. Tapi mereka hanya menggunakan salah satu saat kawin. Setiap penis memiliki sperma dari testisnya masing-masing. Jadi, jantan kemungkinan kawin lagi jika mereka menemukan betina lain dalam waktu singkat.

Setelah kawin, betina dapat menyimpan sperma lebih dari setahun. Dan entah bagaimana caranya, betina dapat memilih sperma mana untuk membuahi telurnya. Untuk beberapa spesies, betina malah tak butuh jantan untuk reproduksi. Ular betina jenis brahmini misalnya, menciptakan klon dirinya untuk bereproduksi.

Sumber : Livescience

Penulis: -. Editor: Eldo.