Tommy Tamba berfoto bersama keluarganya usai wisuda S1 di Universitas Katolik Parahyangan Bandung. (foto : facebook).

Simalungun, hetanews.com - "Selamat jalan ayahanda kawan kami. Semoga amal ibadah diterima disisiNya. Semoga kawan kami Tommy Tamba tetap kuat". Kata-kata inilah yang dilontarkan beberapa teman dari Tommy Tamba.

Berita duka didapat oleh teman-teman dari Tommy Tamba (26), warga Jalan Tusam Raya, Perumnas Batu Enam, Kelurahan Lestari Indah, Kecamaran Siantar, Kabupaten Simalungun yang akan wisuda S2 Hukum pada esok hari, Kamis (24/11/2016) di Universitas Borobudur Jakarta.

Joseph Tamba (54) ayahanda dari Tommy Tamba yang juga mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Simalungun tewas dalam kecelakaan di Pabatu, Jalan Siantar-Medan Km 85-86, tepatnya di dekat perlintasan Rel KA Desa Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (23/11/2016), sekira pukul 05.00 WIB.

Diketahui bahwa mendiang akan menghadiri prosesi wisuda anaknya, Tommy yang telah menyelesaikan pendidikan S2 Hukum di Universitas Borobudur. Niatnya, mendiang berangkat mengendarai bus Paradep Taxi menuju Bandara Kuala Namu.

Namun rencana menghadiri wisuda itu akhirnya tidak terwujud setelah nyawa direnggut maut dalam kecelakaan, saat bus Paradep nomor polisia (nopol) BK 7013 UW yang ditumpanginya menabrak truk yang sedang berhenti. Korban salah satu penumpang bus Paradep yang sedang bergerak menuju Bandara Kuala Namu.

Joseph Tamba meninggal dalam perjalanan saat dibawa ke Rumah Sakit (RS). Sedangkan Jubel Tamba Saragih (7) anak korban mengalami luka koyak dan patah pada kaki kanan, luka robek tangan kiri. Jubel dirawat di RS Pabatu.

Istri korban, Kosbenita Sinaga (51) mengalami shock dan kini dirawat di RS Pabatu. Boru Sinaga ini merupakan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Siantar di Perumnas Batu 6.

Adapun kronologis kejadian, bus Paradep datang dari arah Siantar menuju Tebingtnggi. Setibanya di Pabatu, dekat perlintasan rel kereta api, diduga bus Paradep BK 7013 UW datang dengan kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan truk yang di depannya.

Tiba-tiba tabrakan tak terelakkan. Bagian depan dari bus Paradep itu ringsek karena menghantam bagian belakang truk jenis dan nomor platnya tidak diketahui karena sudah meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Supir Paradep sendir diketahui melarikan diri.

Beberapa teman dari Tommy Friando yang alumni kelas SMAN 3 Kota Siantar tahun 2009 telah banyak mengucapkan duka cita kepada sahabat mereka tersebut.
"Kami turut berduka cita atas berpulangnya Ayahanda teman kami Tommy Tamba. Semoga kawan dan keluarga tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini"