Paksa Istri Bersetubuh, Terdakwa Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Terdakwa berbicara dengan putrinya, usai dituntut 1,5 tahun penjara di PN Simalungun. (foto/ayu).

Simalungun, hetanews.com - Memaksa istrinya untuk melakukan persetubuhan, terdakwa M Sujono (57) warga Huta III Dolok Nagori Buluk Kecamatan Bosar Maligas, dituntut 1,5 tahun penjara di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (15/11/2016).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Augus Vernando Sinaga, terdakwa telah terbukti melakukan kekerasan terhadap istrinya yakni saksi korban Agustina, pada Rabu, 20 Juli 2016 sekira pukul 07.00 WIB di areal kebun sawit Afdeling III Dosin Nagori Maligas Bayu Kecamatan Hutabayu Raja.

Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 44 (1) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Bermula saksi korban Agustina yang sedang mengendarai sepeda motor dari kampungnya menuju Sekolah Dasar (SD) 098023 Kampung Dolok Desa Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, dihentikan terdakwa yang juga mengendarai sepeda motor. 'Mau ngapai kau," kata saksi korban. 

Terdakwa pun mengatakan ingin menyetubuhi korban, karena masih istrinya. Karena korban menolak, terdakwa dengan kekerasan fisik dan secara paksa membuka pakaian istrinya lalu melampiaskan nafsu bejatnya. 

Akibatnya saksi korban mengalami luka sesuai visum et revertum No : 380/VIII/VER/PUSK TJ-2016 yang dibuat oleh dr Natalina selaku Kepala Puskesmas Tanh Jawa, ditemukan luka gigitan pada bibir bawah bagian dalam dan luka memar pada lutut kiri akibat trauma benda tumpul.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa mohon kepada majelis hakim diketuai Roziyanti agar hukumannya diringankan. Dengan alasan terdakwa menyesali perbuatannya.

Terlihat di luar ruang sidang, terdakwa dijenguk putri dan cucunya. Dedangkan istrinya tidak mau lagi bertemu dengan terdakwa.

Untuk putusan, majelis hakim menunda persidangan hingga Selasa (22/11/2016) mendatang.

Penulis: ay. Editor: EBP.
Komentar 1
  • Punisher
    Maksud dan tujuan beritanya gak jelas ... tolong penulisan berita di perpanjang biar jelas , atau di persingkat biar jelas ... tq