Pj Wali Kota: Kita akan Segera Bahas R-APBD 2017 dan PP Nomor 18 Tahun 2016

Pj Wali Kota Siantar, Anthony Siahaan menyerahkan Ranperda kepada Ketua DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak untuk disahkan menjadi perda.

Siantar, hetanews.com - Ketua DPRD Siantar, Eliakiam Simanjuntak mengetuk palu pertanda disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Perda tentang Penyertaan Modal Daerah Non Kas ke PDAM Tirtauli dan Perda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2016, Jumat (4/11/2016) dalam penutupan rapat paripurna VI di Gedung Harungguan DPRD, Jalan Adam Malik.

Didampingi kedua wakilnya, Mangatas Silalahi dan Timbul M Lingga,  Eliakiam mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dewan serta jajaran Pemko Siantar, yang telah bersusah payah membahas kedua Ranperda tersebut sejak 20 Oktober 2016 lalu.      

Penjabat (Pj) Wali Kota, Anthony Siahaan dalam pidato penutupan juga mengapresiasi kinerja lembaga dewan.  “Pembahasan kedua Ranperda ini merupakan perwujudan kepedualian kita terhadap tugas dan tanggungjawab bersama. Ini sekaligus mengemban amanah rakyat kepada kita sebagai aparatur yang bertanggungjawab atas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Siantar ini,” katanya.

Ditambahkan, bahwa dalam waktu dekat ini masih ada agenda yang harus dibahas bersama, yakni pembahasan Ranperda tentang Struktur Organisasi Daerah sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Pembahasan Ranperda ini paralel dengan pembahasan Ranperda tentang APBD 2017.

“Dengan begitu, usulan prioritas yang belum dapat ditampung pada P-APBD 2016 ini, tentunya akan dipertimbangkan untuk ditampung pada Ranperda APBD 2017,” imbuhnya. 

Sesuai dengan Nota Keuangan Wali Kota yang dibacakan oleh Pj Wali Kota sebelumnya yakni Jumsadi Damanik pada 20 Oktober lalu, Pendapatan Daerah semula Rp 1.043.772.390.481,50 bertambah sebesar Rp 10.622.838.170,03 sehingga menjadi Rp 1.054.395.228.651,53. Sedangkan untuk Belanja Daerah yang semula Rp 1.043.772.390.481,50 kini bertambah sebesar Rp 26.595.264.552,48 sehingga menjadi Rp 1.069.977.655.033,98.

Dengan demikian, dalam usulan RP-APBD 2016 mengalami defisit sebesar Rp 15.582.426.382,45 yang dibiayai oleh Pembiayaan Daerah sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenan Rp 0 (nihil).

Penulis: Tom. Editor: EBP.