Melirik Pekerjaan Jukir Sebagai Penyumbang PAD

Bahmi yang bekerja sebagai jukir di Kota Kisaran. (foto : Heru Sihotang).

Asahan, hetanews.com - Seperti biasanya pagi itu Bahmi (40) yang berprofesi sebagai juru parkir (jukir) di salah satu jalan di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, terlihat menjaga kendaraan yang terparkir di Jalan Imam Bonjol.

Dirinya sudah melakoni pekerjaan jukir sekitar 6 tahun lalu. Pekerjaan ini ia kerjakan dengan iklas dan bukan tanpa alasan, karena harus menghidupi sang ibu, Maimun (60) yang telah menjanda.

Keputusan anak bungsu dari 5 bersaudara dengan status lajang itu hanya mengantongi   tamatan Sekolah Dasar (SD), sehingga sulit mencari pekerjaan dan jukir menjadi pilihan terbaik baginya setelah ditawari temannya.

"Sudah 6 tahun bang saya menjadi jukir. Alhamdulilah lah bisa menghidupi diri saya dan mamak, yang pasti halal bang," tukasnya, Sabtu (29/10/2016)..

Pekerjaan jukir ini biasa dilakoninya mulai pukul 07.00-16.00 WIB. Dan untuk penghasilan yang didapat Bahmi gak menentu jumlahnya.

"Biasanya Rp 20-40 ribu. Ya kalau hari libur bisa Rp 60 ribu lah," ujarnya. 

Namun ada setoran yang harus ia penuhi ke dinas terkait yang aetiap harinya melakukan pengutipan.

Bahmi terlihat tegar, baik di hari yang terik (panas)dan hujan. Walaupun pendapatan seorang tukang parkir memang tidak seberapa, namun Bahmi mensyukurinya. "Yang penting saya dan ibu bisa makan bang, disyukuri saja ," paparnya.

Bahmi memiliki wilayah pengawasan parkir di Jalan Imam Bonjol dengan kawasan Tugu Kota sampai ke salah satu bank swasta lalu seberang jalan dengan panjang jalan yang sama.

"Saya ingin menjaga ibu. Kalau saya menikah siapa yang jaga ibu, lagi pun pekerjaan seperti ini penghasilannya gak tentu bang. Saya takut bila berkeluarga tidak bisa  membagi nafkah dengan ibu," ucapnya.

Diketahui keempat saudaranya sudah berkeluarga dan sebagai anak paling bontot, Bahmi pun memendam keinginannya untuk berumah tangga semata-mata ingin memberi kebahagiaan dan menjaga sang ibu di usia tuanya.

Bahmi bukan saja sebagai sosok anak yang menyayangi orang tua, namun kehadirannya sebagai jukir sangat membantu, baik dari segi pengaturan kendaraan di bahu jalan agar tidak terjadi kemacetan dan keamanan kendaraan saat ditinggal pemiliknya.

Pekerjaan para jukir ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan di Kabupaten Asahan. Maka pantaslah mereka  mendapat perhatian dari Pemkab Asahan, khususnya dari sisi kesejahteraan.

Penulis: heru. Editor: Aan.