Bangunan TPT di Desa Silamosik 1 Dibongkar Atas Perintah Camat ke Kades, Tidak Miliki Pondasi

Warga mengaku disuruh Kepala Desa Resta Nainggolan membongkar TPT desa Silamosik 1 karena tidak memiliki pondasi tanpa upah dengan dalih gotong royong.

Tobasa, hetanews.com - Menurut Menteri Desa, Pembangunan dan daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar , penggunaan dana desa harus efektif, karena diaudit langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penggunaan diharuskan transparan, akuntabel dan tanpa penyelewengan.

Namun hal tersebut tidak dilakukan dengan benar terkait penggunaan dana desa di Desa Silamosik 1, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Proyek pembangunan di desa setempat tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga harus melakukan pembongkaran. Hal ini diperparah oleh ulah oknum Kepala Desa (Kades) Restu Nainggolan, yang sangat arogan kepada para penggiat pembangunan dan awak media.

Berdasarkan pantauan media hetanews di lapangan, terlihat bangunan TPT di Dusun Lumban Nainggolan dibongkar karena sama-sekali tidak menggunakan pondasi. Bangunan TPT tidak sesuai RAB. Diketahui TPT ini juga tidak memiliki saluran air, volume bangunan tidak efektif dengan anggaran sehingga ada dugaan mark up.

Ketika Kades Silamosik 1 dikonfirmasi terkait bangunan TPT desa setempat tidak menggunakan pondasi , padahal pada berita sebelumnya dia menampik bahwa bangunan itu memiliki pondasi. Resta mengatakan, ia tidak tau menahu masalah itu. Bahkan, mengecam media yang sudah mengekspos kinerjanya. "Ngapain ribut, saya sudah melakukan yang terbaik kok. saya sudah berupaya melakukan dengan baik," katanya.

Ditanya terkait pernyataanResta Nainggolan yang menyatakan TPT tersebut sudah memiliki pondasi adalah kebohongan publik dan menjadi sumber kekisruhan warga, dia hanya terdiam.

Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, diuraikan TPT bangunan dimaksud tidak menggunakan pondasi, namun  Restu Nainggolan membantah dan menimbulkan opini yang membuat simpang siur ditengah-tengah masyarakat bahwa narasumber dalam pemberitaan yakni JR, MN dan MS bohong dan tidak benar.

Hal itu dilakukan hanya untuk memfitnah dirinya sebagai kades, sehingga menimbulkan polemik diantara masyarakat Desa Silamosik 1, hingga  Camat Porsea Elister bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) turun ke lokasi dan menemukan TPT Tak sesuai bestek. Selain itu, tidak memiliki pondasi dengan pagu yang tak efektif sesuai volume karena jumlah pagu yang sangat besar.

Terpisah, Camat Porsea Elister Manurung membenarkan jika dirinya bersama PLD, R Sinaga sudah monitoring ke desa, dan mengaku bahwa TPT di Desa Silamosik 1 memang tidak memiliki pondasi, sehingga dia meminta agar bangunan tersebut dibongkar.

"Bangunan itu memang tidak memiliki pondasi, artinya laporan masyarakat dalam pemberitaan di media benar. Untuk itu, saya sudah perintahkan agar dipasang kembali pondasinya sebagai penentu kokohnya sebuah bangunan," katanya di ruang kerjanya, kemarin.

Penulis: sitorus mel. Editor: EBP.