Ratusan Umat Islam Adukan Ahok Ke Mapolres Tebingtinggi

Ketua MUI Tebingtinggi Ahmad Dahlil Harahap didampingi para tokoh agama menyampaikan orasi di halaman Mesjid Raya Nur Addin

Tebingtinggi, hetanews.com - Ratusan umat Islam dari belasan organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan mengadukan Basuki Cahaya Purna alias Ahok Gubernur DKI Jakarta ke  Mapolres Tebingtinggi, di Jalan Pahlawan, Jumat (14/10/2016).

Massa umat Islam itu mengadukan Gubernur DKI yang telah menistakan Alquran dan Islam serta membacakan pernyataan sikap. Massa umat Islam mulai berkumpul di Masjid Raya Nur Addin , selepas sholat Jumat.

Aksi itu didahului dengan sambutan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi, Ahmad Dalil Harahap serta Sekretaris Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Agussul Khair.

Ahmad mengatakan, aksi massa ini dilakukan mendukung keputusan MUI Pusat yang menyatakan Ahok telah menghina dan menistakan Alquran, khususnya Q.s Al Maidah : 51. Apa yang dilakukan Ahok, kata Ketua MUI, telah mencoreng nilai kerukunan antar umat beragama yang selama ini selalu dijaga semua umat beragama. “Atas dasar itu, umat Islam Tebingtinggi melalui FUI mengadukan Ahok ke Mapolres agar segera ditangkap,” tegasnya.

Sekretaris FUI Agussul Khair menyampaikan, pernyataan Ahok telah menyakiti umat Islam tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. “Aksi massa umat Islam Tebingtinggi kali ini merupakan bukti bahwa kami tersinggung dengan pernyataan Ahok,” tegas Agussul.

FUI Kota Tebingtinggi sebagai gabungan Ormas Islam dan organisasi kepemudaan menyampaikan pernyataan sikap. Ormas Islam yang menandatangi pernyatan sikap itu, yakni MUI, Al Washliyah, Muhammadiyah, Al Ittihadiyah, IPHI, DMI, DDII, Majelis Dzikir, FPI, BKPRMI dan NU. 

Pernyataan sikap itu memuat lima pernyataan. Pertama, pernyataan Ahok tentang Q.s. Al Maidah : 51 merupakan penistaan  terhadap Alquran, sehingga melaporkannya ke Mabes Polri.

Kedua, oleh karena itu seluruh umat Islam Kota Tebingtinggi menyatakan dukungan atas sikap dan langkah MUI Pusat. Ketiga, walau pun sudah menyatakan permohonan maaf , umat Islam Tebingtinggi tetap meminta dan mendukung agar kasus penistaan Ahok tetap diproses secara hukum. Hal itu, dilakukan untuk menghindari terjadinya aksi anarkis terhadap kehidupan kenegaraan.

Keempat, meminta agar aparat kepolisian di semua tingkatan menindak lanjuti laporan MUI Pusat dengan sebaik-baik dan seadil-adilnya. Kelima, menghimbau kepada siapapun agar tidak lagi melakukan tindakan penistaan terhadap Islam, demi menjaga persatuan dan kesatuan di kemudian hari.

Ratusan massa umat Islam melakukan aksi damai ke Mapolres Tebingtinggi dan diterima oleh Wakapolres Kompol Mahmun.

Penulis: Aguswan. Editor: Aan.