Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

Kuasai Tanah Ulayat, Warga Lumban Sitorus Bertekad Gugat TPL

Sejumlah warga saat berada di lokasi Makam Guru Datu Sumalanggak Kramat Perdagangan Lumban Sitorus. (foto : Aldy)

Tobasa hetanews.com - Warga Desa Lumban Sitorus Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) bertekad menggugat PT Toba Pulp Lestari (TPL) .

Pasalnya perusahaan penghasil bahas kertas itu selama puluhan tahun telah mengelola lahan milik warga Lumban Sitorus seluas 50 hektar secara ilegal dan terkesan dibiarkan oleh pemerintah selama ini.

“Sudah puluhan tahun tanah kami dikelola TPL. Sampai kapan pun akan kami tuntut tanah adat itu. Saya meminta kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melihat masyarakat Desa Lumban Sitorus supaya tanah nenek moyang kami yang dirampas.TPL dikembalikan kepada kami. Karena tanah itu bukan milik TPL, tetapi tanah ulayat nenek moyang kami,” kata Ketua Adat Desa Lumban Sitorus, Esron Sitorus, Sabtu (1/10/2016).

Esron menyebutkan, pengelolaan lahan dilakukan perusahaan yang sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama itu merupakan bentuk perampasan tanah. Hal ini membuat warga Lumban Sitorus tidak bisa menerimanya. Bahkan, disebutkan, masyarakat setempat seperti terjajah di tanah leluhur sendiri.

Hal senada ditambahkan Sammas Sitorus yang juga berperan sebagai pejuang tanah adat Desa Lumban Sitorus. Dirinya berpendapat, perjuangan untuk merebut tanah adat yang menjadi warisan leluhur atau tanah ulayat wajib hukumnya. Bahkan, darahnya pun akan diberikan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. “Sampai mati pun akan memperjuangkan tanah ulayat kami. Nyawa jadi taruhannya pun kami siap,” tegasnya.

Sammas juga berharap, semoga perjuangan masyarakat Desa Lumban Sitorus tidak pudar dan berhenti sampai titik darah penghabisan dari tangan pihak-pihak yang ingin menguasai lahan atau tanah ulayat.

Penulis: aldy. Editor: Aan.