Narkoba itu ‘Negara Akan Runtuh Kalau Orang Buta Agama’, Kita Hidup Bahagia Tanpanya

Brigjen Pol (Purn) Viktor Pudjiaji saat membawakan seminar pencegahan penyalahgunaan narkoba di Balai Bolon GKPS Siantar.(foto : Armeindo Sinaga).

Siantar, hetanews.com - Mengusung kebebasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, Yayasan Peduli Pendidikan Marsiurupan (YPPM) menggelar seminar di Gedung Balai Bolon GKPS, Jalan Pendeta J Wismar Saragih, Kecamatan Siantar Utara, Sabtu (1/10/2016) sekira pukul 09.00 WIB.

Adapun yang menjadi pembicara adalah Brigjen Pol (Purn) Viktor Pudjiaji, yang merupakan Direktur Advokasi Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat. Viktor menerangkan, ia meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam penyuluhan anti narkoba dengan variasi terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 30 variasi.

“Narkoba telah masuk dalam semua insan seperti siswa (pelajar), di rumah ibadah, TNI, Polri dan juga artis-artis. Dengan narkoba bisa menyebabkan tindak kriminal. Bicara narkoba bukan hanya bicara tentang hukum, tetapi juga bicara tentang kesehatan,” ujarnya.

Acara yang dihadiri ribuan peserta seminar ini pun semakin menarik, karena Brigjen ini memutar ilustrasi video maupun menunjukkan atraksi sulap yang mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari para peserta. Dari dalam jubah yang dikenakannya bisa keluar berbagai bunga, uang Rp 2 ribu yang diubahnya menjadi uang sebesar Rp 50 ribu.

“Korban dari penyalahgunaan narkoba itu lebih banyak dari pada korban daripada kecelakaan di balapan maupun di jalan raya. Dalam agama, Narkoba itu singkatan dari ‘Negara Akan Runtuh Kalau Orang Buta Agama’. Keluarga kita akan bahagia apabila hidup tanpa narkoba,” lanjut Viktor.

Menurutnya, dalam narkoba, apabila ada pengguna yang sampai sakau, itu akan merusak otak secara permanen dan juga merusak seluruh tubuh. Untuk itu, semua orang harus menjauhi narkoba. Adapun yang menjadi dasar hukum dalam penyalah gunaan narkoba adalah Undang Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Salah satu tempat rawan dalam peredaran narkoba adalah diskotik. Kalau jalurnya diawali dari rokok, alkohol maupun seks bebas. Mari kita ucapkan Narkoba No, Sehat Yes. Narkoba No, Prestasi Yes,” tutupnya.

Acara ini didukung oleh Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI), Polresta Siantar, Polres Simalungun dan BNN Kota Siantar.

Tampak hadir ratusan pelajar, Ketua Dewan Pengawas YPPM Irjen Pol M Wagner Damanik, Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto, Ketua BNNK Siantar Ahmad Yani Damanik dan undangan lainnya.

Penulis: Ndo. Editor: EBP.