Satu anggota TNI AU tersangka pembunuhan santri Dimas Kanjeng

Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas diperiksa Polda Jatim. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

 

hetanews.com - Seorang anggota TNI Angkatan Udara (AU) di lingkungan Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan santri Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, yang melibatkan pengasuhnya Taat Pribadi. Oknum bernama Serka RD diduga ikut terlibat dalam pembunuhan berencana Abdul Gani oleh Taat Pribadi dan anak buahnya.

Komandan Lanud (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsma TNI RM. Djoko Senoputro mengungkapkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pelaku selama ini sebagai salah satu penggawal pesantren Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

"Yang penggawal (Dimas Kanjeng) sudah ada, bahkan sudah diproses kalau yang itu," kata Djoko di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Sabtu (1/10).

Tersangka diduga berperan menjadi sopir saat membuang jasad korban di Bendungan Gajah Mungkur Purwodadi, Jawa Tengah. Tersangka sendiri berperan sebagai salah satu dari 60 orang pelindung pesantren Dimas Kanjeng.

Djoko mengatakan, proses hukumnya masih ditangani oleh kepolisian dengan berkoordinasi terus dengan TNI AU. Pelaku sudah ditahan dan selanjutnya sesuai ketentuan akan diserahkan pada Polisi Militer AU.

RD menjadi pengikut Taat Pribadi sejak 2011, sebelum kemudian diangkat sebagai dewan pelindung pesantren. RD mengaku tidak ikut dalam proses pembunuhan, hanya bertindak sebagai sopir.

"Katanya terlibat sebagai supir saja. Walaupun hanya sebagai supir, kita berikan sanksi. Kita serahkan kepada yang berwajib sesuai undang-undang yang berlaku di negara ini," jelasnya.

Padepokan Dimas Kanjeng yang diasuh Taat Pribadi digerebek polisi Kamis (22/9) pekan lalu. Dia diduga terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap mantan pengikutnya, sekaligus praktik penipuan dengan modus mampu menggandakan uang.

Atas perannya RD dikenakan pasal 55 juncto 56 KUHP tentang perbantuan pembunuhan, selain mendapatkan hukuman dari pengadilan militer. RD dijadwalkan menjalani gelar rekonstruksi di Probolinggo.

 

 

sumber: merdeka.com

Penulis: -. Editor: Edo.