Polda Sulsel selidiki 2.180 orang korban penipuan Taat Pribadi

Padepokan Dimas Kanjeng di Makassar. ©2016 Merdeka.com

hetanews.com - Kepolisian daerah Sulawesi Selatan terus menyelidiki warga korban penipuan yang dilakukan pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, Taat Pribadi. Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Frans Barung Mangera, informasi yang terkumpul menunjukkan ada 2.180 warga Sulsel yang menjadi korban penipuan Taat Pribadi.

"Informasi yang kita himpun, ada 2.180 orang Sulsel korban penipuan iming-iming penggandaan uang Dimas Kanjeng. Tapi hingga hari ke lima kita buka posko pengaduan di Polda Sulsel, belum satu pun di antara mereka yang datang melapor. Rencananya, jika ada yang masukan laporan maka akan diteruskan ke Polda Jawa Timur yang menangani kasus Dimas Kanjeng ini," kata Frans Barung Mangera, Sabtu (1/10).

Frans mengatakan, Senin (3/10) lusa, penyidik dari Polda Jawa Timur berencana bertolak ke Makassar untuk menyelidiki tempat penyimpanan uang dan emas yang diduga palsu di Makassar. Menurut dia, konon kabarnya uang itu disimpan dalam satu kontainer di kediaman almarhumah Najemiah.

Sementara ini, korban penipuan Kanjeng Dimas di Makassar yang telah melapor langsung ke Polda Jawa Timur ada 12 orang. Satu di antaranya itulah anak dari Najemiah yang diantar ke Polda Jawa Timur masukkan laporan oleh legislator Akbar Faisal. Sementara 11 orang lainnya diantar sejumlah pengacara lainnya.

Sementara itu, di Padepokan Dimas Kanjeng di Jalan Bontobila 1, Kecamatan Manggala, Makassar kian sepi. Sama sekali sudah tidak terlihat aktivitas. Adapun warga di Jalan Bontobila 1 yang tidak bersedia sebutkan namanya, isi rumah sudah diangkut di satu malam.

 

 

 

sumber: merdeka.com

Penulis: -. Editor: Edo.