Atlet Paralimpiade Senang Bisa Disamakan dengan Atlet Olimpiade

Atlet paralympic cabang angkat besi Ni Nengah Widiasih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

JAKARTA, hetanews.com

 

- Ni Nengah Widiasih, atlet paralimpiade angkat besi yang berhasil meraih medali perunggu di Rio De Janeiro, Brasil, mengaku cukup puas dengan dukungan dan apresiasi yang sudah diberikan oleh pemerintah.

 

Ia senang pada tahun ini, apresiasi terhdadap atlet paralimpiade sudah disamakan dengan atlet olimpiade.

"Pemerintah, Presiden dan Menteri sudah menyamakan kami atlet paralimpiade dengan atlet olimpiade, itu sudah sangat luar biasa buat kami. Jadi kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada bapak presiden dan bapak menteri," kata Widia usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Dengan disamakannya atlet paralimpiade dan olympiade, maka Widia sebagai peraih medali perunggu akan mendapatkan bonus sebesar Rp 1 Miliar serta tunjangan hari tua Rp 10 Juta per bulannya. Widia mengaku akan memberikan hadiah yang ia dapat untuk orang tuanya.

"Saya ingin buat orang tua saya bahagia, karena berkat doanya, berkat supportnya, karena orangtua saya yang selalu support saya samapai saya dapat ini pun itu karena berkat doa orang tua saya. Jadi yang pertama saya ingin buat orang tua saya bahagia," ucap Widia.

Selain Widia, ada sejumlah atlet paralimpiade lain yang diterima Jokowi di Istana pagi ini. Mereka yakni Marianus Melianus Yonci, Agus Ngaimin, Jendi Panggabean, Syuci Indriyani (renang), Siti Mahmudah (angkat berat), Michael Dian, David Jacobs (tenis meja), serta Setiyo Budi dan Abdul Halim Dali Munte (lari tunanetra 100 dan 200meter).

 

 

 

sumber: kompas.com

Penulis: -. Editor: Edo.