TPL Dituding Serobot Tanah Masyarakat Adat Lumban Sitorus

Aksi demo Aliansi Masyarakat Adat Lumban Sitorus di kantor Bupati Tobasa. (foto : Johan Pangaribuan).

Tobasa, hetanews.com - Masyarakat Adat Lumban Sitorus Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) berunjukrasa di depan Kantor Bupati setempat, kemarin, terkait penyerobotan lahan dilakukan PT Toba Plup Lestari (TPL).

Esron Sitorus salah satu orator aksi Aliansi Masyarakat Adat Lumban Sitorus menyampaikan, bahwa penyerobotan lahan itu muncul sejak tahun 1985 ketika TPL masih bernama PT Inti Indorayon Utama.

Masyarakat adat di Desa Lumban Sitorus telah berupaya lebih dari 32 tahun untuk mendapatkan pengakuan dari negara dengan tanah adat yang dikuasi TPL saat ini.

Dalam aksi ini, mereka berharap kiranya Bupati Tobasa Darwin Siagian bisa duduk bersama mendengarkan apa yang selama ini disuarakan melalui aksi unjuk rasa. Namun harapan masyarakat berujung kekecewaan, karena bupati terlihat terkesan menghindar.

Esron mengungkapkan, sejak tahun 1985, masyarakat adat Lumban Sitorus sudah berkali-kali mempertanyakan kejelasan status tanah ini kepada pihak pemerintah, baik Pemkab Tapanuli Utara (Taput) ketika masih berada dalam wilayah administrasi Taput hingga saat telah mekar menjadi Kabupaten Tobasa.

"Namun hingga saat ini kejelasan status dan pengakuan dari pemerintah terhadap tanah adat tersebut belum ada. Sebaliknya pemerintah dan perusahaan mengatakan telah memberikan ganti rugi tanah tersebut kepada masyarakat," papar Esron.

Terhadap pernyataan pemerintah dan perusahaan, masyarakat adat Lumban Sitorus dengan tegas mengatakan bahwa sampai saat ini mereka belum pernah mendapatkan ganti rugi apapun atas tanah tersebut.

Penulis: Johan. Editor: Aan.