Liana, konsumen Mega Elektronik yang mengeluh atas barang yang sudah dibelinya.

Siantar,hetanews.com - Salah satu toko elektronik di Jalan Diponegoro Kecamatan Siantar Barat yakni Mega Elektronik, dituding mempermainkan konsumennya dengan tidak memberikan garansi terhadap barang yang telah mereka jual kepada konsumen. Namun, karena mendapatkan desakan dari salah satu konsumen, akhirnya Mega Elektronik tanggapi keluhan.

Awalnya, Liana yang didampingi Tulang (Pamannya) Rencus Sitompul, Jumat (22/7), mendatangi lokasi toko. Kedatangan Liana yakni untuk mempertanyakan handphone merk Samsung Galaxy yang dibelinya dari toko tersebut sebulan yang lalu, namun sudah mengalami kerusakan.

Saat Liana mempertanyakan hal itu, keributan pun sempat terjadi, karena pihak toko enggan untuk bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi.

Padahal, berdasarkan pengakuan Liana, ketika dia membeli handphone itu, pihak toko memberikan
garansi kerusakan. Namun nyatanya, pihak toko tidak mempertanggungjawabkannya.

Liana mengutarakan, dirinya membeli handphone tersebut pada akhir bulan Juni 2016 silam. "Aku beli ini secara kredit, kalau harga cash nya Rp 6,4 juta. Aku kredit Rp 697 ribu per bulan. Baru dua kali aku bayar kreditnya," ungkapnya ketika ditanya wartawan di lokasi.

Namun, sekitar tiga minggu yang lalu, handphone itupun mengalami kerusakan. Seperempat layar handphone tersebut menghitam. "awalnya hanya satu titik warna hitam, tapi tiga minggu
yang lalu lah mulai rusak. Layarnya itu menghitam," ujarnya.

Ditanya apakah handphone tersebut pernah terbentur atau terkena cairan, warga Jalan Mangga Ujung, Kelurahan Parhorasan Nauli, Siantar Marihat ini, membantahnya. "Nggak pernah kenapa-kenapa handphone ini. Tiba-tiba aja kayak gini," ucapnya sembari memperlihatkan layar handphone yang sudah menghitam.

Setelah rusaknya handphone itu, Liana mengaku sudah 4 kali mendatangi toko untuk mempertanyakan hal itu. Namun sayangnya, tidak ada jalan keluar sama sekali atas permasalahan itu.

"Sudah 4 kali aku kesini tapi nggak pernah ada solusi, padahal waktu kubeli handphone itu, ada garansi katanya. Kalau rusak bisa diperbaiki atau diganti yang baru. Tapi sekarang orang itu nggak
mau tanggungjawab," terangnya.

Anehnya, kwitansi yang diberikan oleh toko tersebut, tertera pembelianbulan April, pdahal Liana mengaku membelinya pada bulan Juni. "Itukan aneh entah apa maksudnya, padahal bulan Juninya aku beli, terus dibikinnya aku lunas padahal aku kreditnya ini," sebutnya.

Liana juga mengaku telah mendatangi Samsung Care dan pihak leasing, namun tidak juga mendapatkan solusi.

"Aku juga udah ke Samsung Care yang di Jalan Asahan, katanya aku bayar Rp 1,5 Juta untuk perbaiki. Padahal aku baru beli, terus engga jatuh atau apa kok, kan harusnya ada garansinya, ke lesing juga aku dah datang, katanya orang lesing mereka hanya bisa mengganti kalau hilang, soal kerusakan itu ada pada toko," cerita Lina.

Masih di lokasi yang sama, Hana, pemilik Mega Elektronik yang coba dimintai tanggapannya terkait hal tersebut mengaku pihaknya hanya menjual handphone dan untuk urusan garansi, konsumen berurusan dengan pihak Samsung Care.

"Kami disini hanya menjual. Kami kerjasama dengan Samsung Care. Kalau urusan garansi, itu urusan Samsung Care," ujarnya.

Dan setelah berdebat selama sekitar 30 menit, pihak toko akhirnya bersedia membawa handphone tersebut ke Samsung Care guna dilakukan perbaikan.