Jukir 'Pusing' Setoran Parkir Naik Terus

Salah satu lokasi parkir kendaraan roda dua

Siantar, hetanews.com - Sejak pengelolaan parkir tepi jalan umum tahun 2016 di Kota Siantar dikelola pihak ketiga, PT Lumban Garaga membuat para juru parkir (jukir) pusing tujuh keliling.

Penyebabnya akibat setoran parkir yang terus mengalami kenaikan. Bahkan dalam 2 bulan terakhir ini, setoran parkir yang disetorkan para jukir ini sudah 4 kali naik. Setoran yang dibebankan juga naik hingga 100 persen dari sebelumnya saat dikelola Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishub Kominfo) Siantar.

"Pusing lae, setoran parkir naik terus. Ini yang keempat kalinya setoran naik sejak dikelola pihak ketiga," ungkap salah satu jukir yang tak mau disebutkan namanya, Rabu (22/6/2016).

Pria yang sudah lima tahun menjadi jukir di salah satu jalan dekat lokasi Pasar Dwikora, Parluasan, Kecamatan Siantar Utara ini menuturkan, jika beban setoran itu terlalu memberatkan mereka. 

"Saat dikelola Dishub Kominfo, setoran saya per harinya Rp 35 ribu. Sejak dikelola pihak ketiga awalnya naik Rp 40 ribu, 2 minggu kemudian jadi Rp 55 ribu. Berselang 2 minggu naik lagi Rp 75 ribu dan baru beberapa hari lalu kembali naik Rp 80 ribu," papar pria yang memiliki luas lahan parkir 5 x 5 meter ini.

Pria paruh baya ini mengaku, kenaikan setoran parkir itu juga dialami rekan - rekan nya sesama jukir. Bahkan ada yang setorannya mencapai Rp 200 ribu per harinya. "Saya saja sudah ngos - ngosan memenuhi setoran itu, mungkin hal yang sama juga dialami jukir lainnya," papar bapak satu anak ini.

Dia juga mengaku, jika lebih enak saat parkir tahun 2015 dikelola pihak CV Siantar Trans. Dimana setoran parkir hanya1 kali naik dan itu pun dinilai tidak memberatkan jukir. Dirinya berharap agar setoran parkir yang diberlakukan PT Lumban Garaga itu jangan terlalu memberatkan mereka.

"Jangan - jangan ini setoran bakal naik lagi. Kalau begini terus mana bisa kami cari makan dan bekerja tanpa ada gaji akibat memikirkan setoran. Sementara yang parkir hanya sepeda motor dan bukan setiap hari ramai karena ada jam - jamnya orang berbelaja ke pasar," imbuhnya.

Diketahui sejak parkir dikelola pihak ketiga, banyak juga jukir yang berganti di sejumlah titik zona parkir, seperti Jalan Merdeka, Jalan Sutomo dan Jalan Cipto. Kebanyakan para jukir merupakan wajah - wajah baru. Sementara diketahui jukir - jukir yang lama itu sudah belasan bahkan puluhan tahun menjaga parkir. 

Bahkan ada yang menggantungkan pendapatan sehari - hari dengan menjadi jukir. Pasalnya di beberapa titik parkir ada juga para jukir itu pasangan suami istri (pasutri) yang setiap hari bergantian menjaga parkir.


 

Penulis: tim. Editor: Aan.