Ini Kenali Wajah Perempuan Pencopet di Pasar Horas

Sarina Ratna br Silalahi. (foto : Tumpal Tanjung)

Siantar, hetanews.com - Sarina Ratna br Silalahi (23) wanita pencopet yang tertangkap basah dua orang korbannya, Selasa (7/6/2016), merupakan residivis kasus pencurian pada Mei 2015.

Data yang dihimpun hetanews menyebutkan, saat itu, Senin siang (25/5/2015) wanita akrab disapa Sari ini tertangkap mencuri uang sebesar Rp 3,6 juta dari kantong salah satu pedagang Pasar Horas bernama Sulastri (60), warga Jalan Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.

Baca : (Perempuan Pencopet yang Pura-Pura Beli Bumbu, Dimassakan di Pasar Horas!)

Atas perbuatannya itu, warga Jalan Linggar Jati No 22, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur ini diganjar 8 bulan penjara dipotong masa tahanan oleh Pengadilan Negeri (PN) Siantar dan menghirup udara bebas pada bulan Desember 2015 silam.

Putusan itu dibacakan Hakim Ketua, Hera Polosia Destiny, saat mengadilinya di PN Siantar pada Selasa (8/9/2015) dengan nomor putusan 181/Pid.B/2015/PN Pms Tahun 2015.

Kendati demikian, sepak terjang wanita berbadan tambun ini tampaknya tak berhenti. Berdasarkan penelusuran hetanews, perempuan ini diduga sebagai pelaku pencurian satu unit handphone (HP) merk Iphone S4 pada 24 Maret 2016.

Oleh korbannya, Silvia Deviyanti A Siagian kemudian melaporkan ke pihak kepolisian sesuai dengan laporan polisi nomor : LP/  25 / III/2016. Peristiwa itu terjadi di Jalan Merdeka Tkko Mas Tiara, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.

Baca : (Duo Boru Purba Bekuk Pencopet Perempuan)

Terakhir, aksi pencurian Sarina terendus. Dan ia pun harus kembali mendekam dibalik jeruji besi. Selasa (7/6/2016) sore, ia tertangkap basah dua orang wanita calon korbannya yang sedang menunggu pesanan di Toko Roti French Bakery, Jalan Sutomo, dekat Pasar Horas.

Aksinya kepergok Asni br Purba dan Arita br Purba, keduanya merupakan warga Batu Anam, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Oleh kedua wanita ini, kemudian menyerahkan Sarina ke Polresta Siantar, usai menerima pukulan massa sekitar kejadian.

Akibatnya, ia pun mengalami lebam-lebam di bagian wajah. Sarina berdalih mencuri lantaran tak memiliki uang untuk kehidupan sehari hari. "Gak ada uang, makanya saya mencopet," ungkap Sarina.

Belakangan Sarina dijemput oleh pihak Polsek Siantar Barat. Hal itu dilakukan, lantaran pengaduan korban Silvia Deviyanti A Siagian berada di Polsek tersebut, yang diduga dilakukan Sarina.

 

Penulis: BT. Editor: Aan.