Jaksa Tetap Tuntut Terdakwa Pengerusak Makam Istri Pertama

Ketiga terdakwa pengerusak makam mengikuti persidangan. (foto : Bismar Siahaan)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Victor Purba membacakan tuntutan terhadap Hitler Sirait (45) warga Huta Jawa Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Agustiana Saragih warga Desa Pulo, Kecamatan NA IX – X, Kabupaten Labuhan Batu dan Peronika Sirait warga Desa Tonga Tonga I, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis (2/6/2016).

Sidang yang diketuai majelis hakim Sahat Banjarnahor, dengan hakim anggota Dauglas Napitu dan Nasfi Firdaus, agendanya mendengarkan tuntutan dari JPU.

Victor Purba mengatakan, bahwa ketiga terdakwa terbukti bersalah dan melanggar pasal 170 KUHP tentang melakukan pengerusakan secara bersama sama. Selanjutnya kepada tiga terdakwa diberikan hukuman penjara masing - masing selama dua tahun. dan beberapa barang bukti berupa semen dan batu dirampas untuk dimusnahkan.

Sementara Sahat menanyakan pada ketiga terdakwa yang diwakili Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan apakah menerima tuntutan dari JPU atau menyampaikan eksepsi atas tuntutan, pengacara ketiganya meminta waktu selama satu minggu.

Sebelumnya ketiga terdakwa mengaku, bahwa mereka tidak ada merusak makam istri pertama dari Hitler Sirait. Dalam sidang berikutnya, ketiga terdakwa dijadikan tahanan rumah karena tulang punggung keluarga.

Baca : (Dituding Hancurkan Makam, Hitler Dkk Ajukan Penangguhan Penahanan). Baca : (Alasan Tulang Punggung Keluarga, Terdakwa Dijadikan Tahanan Rumah).

Sementara dalam mencari kepastian hukum yang kuat, JPU melalui saksi yang merupakan anak dari keluarga yang makam nya dirusak menunjukan bukti kuat untuk tetap menjerat ketiga terdakwa masuk ke dalam penjara.

Ini berupa rekaman video yang menunjukan bahwa ketiga terdakw melakukan pengerusakan terhadap makam ibu mereka. Selain itu dalam bukti video pada persidangan minggu lalu terlihat beberapa bentuk keributan yang terjadi antara pihak keluarga korban dan para terdakwa.

 

Penulis: Res. Editor: Aan.