Lepas Dari Pelukannya, Johannes Lompat ke Air Banjir Cari Adiknya. Andreasi Simamora: Abang Sempat Selamat

Andreasi Simamora korban selamat di pemandian alam Pelaruga yang berada di kabupaten Langkat, Senin (30/5/2016).(foto:lazuardy fahmi)

Siantar, hetanews.com - Banjir bandang  di kawasan Pemandian Alam Petar dan Pelaruga di Dusun I Desa  Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, Minggu (29/5/2016) sekira pukul 14.00 WIB, mengakibatkan tiga orang tewas.

Empat bersaudara asal Siantar yang sedang rekreasi di pemandian tersebut turut menjadi korban. Mereka adalah Johannes Simamora yang tercatat warga Kota Medan bersama ketiga adiknya, Andreas, Andreasi dan Gloria Maranatha br Simamora warga Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara. Johannes ditemukan tewas, sedangkan adiknya Gloria sempat hilang namun dikabarkan sudah ditemukan dalam kondisi tewas dan dua lagi selamat.

Andreasi Simamora, adik Johannes yang selamat, menceritakan abangnya itu sempat selamat. Namun, lompat lagi ke air yang sudah berubah menjadi gelombang lumpur itu untuk mencari adiknya yang lepas dari pelukannya. Ia menjelaskan, ketika air besar yang sudah menyerupai lumpur dengan ketinggian sekitar 2-3 meter datang dari arah belakang, mereka sudah tidak bisa lagi menyelamatkan diri.

Kemudian, masih cerita Andreasi, abangnya pun langsung memeluk Gloria adiknya sembari mengingatkan saudara-saudaranya itu agar tetap tenang dan tidak gugup. Andreas selamat karena sempat naik ke batu-batu, sedangkan Andreasi sempat terseret banjir namun selamat karena berpegangan pada sebatang pohon. 

"Kami lihat air besar itu dibelakang. Kami tidak sempat lari. Kalau si Andreas sempat naik dia ke batu-batu. Kalau si abang (Johannes), dipeluknya si adik (Gloria). Dijaga si abang selalu si adik. Pas datang air besar itu, aku terbawa arus. Ku lihat ada pohon, kutangkap pohon itu. Disitu aku lama," cerita Andreasi tentang kejadian yang menimpa mereka.

Ia tidak mengetahui bagaimana kondisi abangnya Johannes saat kejadian, tetapi ia melihat kalau Johannes terpisah dengan Gloria. "Kulihat si abang sudah terpisah sama si adik. Kondisi waktu si abang ditemukan, gak tahu aku. Karena sudah dibawa aku ke posko, dibawa masyarakat disana. Inilah kondisiku, luka-luka, lemas aku waktu dibawa ke posko," kata Andreasi.

Namun, ditambahhkannya, ranger mereka sempat memberikan informasi Johannes sudah berhasil menyelamatkan diri ketika kejadian, tapi turun lagi ke lokasi untuk mencari adiknya, Gloria. Saat turun lagi ke lokasi untuk mencari adik itulah, kemungkinan Johannes hanyut dan menghembuskan nafas terakhirnya.

"Si abang ini selalu dijaganya si adik. Kata rangernya kalau si abang pertamanya sudah selamat. Sudah naik ke atas si abang. Tapi dilihatnya si adik dibawah, lompat lah lagi si abang itu kebawah," tutup Andreasi

Sebelumnya, Andreasi menjelaskan ketika mereka berangkat, hujan sudah mulai turun. "Habis pulang dari gereja, jam 11.00 WIB, kami berangkat dari kos abang Johannes yang di Medan. Diperjalanan memang sudah hujan, tapi belum terlalu deras.

Sesampai ditempat, kami langsung mandi-mandi. Disitu memang mulai turun hujan deras, sekitar jam 14.30 WIB," ujar Andreasi ketika ditemui dirumah duka, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, sekira pukul 09.30 WIB.

Dijelaskan, saat kejadian dilokasi, bukan mereka berempat saja yang mandi-mandi, tetapi banyak wisatawan lain dan mengetahui ada air besar karena ada orang yang berteriak.

"Banyak juga wisatawan disana, tapi kami rombongan cuma 4 orang. Waktu kejadian, ada orang yang teriak 'ada air besar'. Tinggi air itu, kalau gak salah sekitar 2-3 meter gitulah. Warna airnya kayak warna air lumpur gitu, tapi kami tidak sempat menyelamatkan diri" jelasnya.

Johannes Simamora ditemukan tewas dan telah dibawa kerumah duka dirumah orangtuanya di Jalan TB Simatupang, Senin dinihari sekira pukul 04.00 wib. Sementara itu, Gloria br Simamora yang sebelumnya dikabarkan hilang, menurut ayahnya, P Simamora telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Sementara, Andreas dan Andreasi Simamora yang merupakan suadara kembar selamat dari bencana banjir bandang tersebut. Mereka berdua mengalami luka-luka dan masih trauma.

Penulis: Ndo. Editor: Des.
Komentar 1
  • Yuna Wati Situmeang
    Turut brduka cita.......smg dterima dsisi Yesus.....buat keluarga n pcr smg tabah. Agar mnjd plajaran utk tdk prgi pd saat musim hujan ke tmpat2 pemandian.