Ritual Pengusiran Begu Ganjang di Hutabayuraja Temukan Benang Benalu dan Tengkorak Bayi

Suasana proses ritual pengusiran begu ganjang di Kecamatan Hutabayuraja. (foto : Frengki Silitonga)

Simalungun, hetanews.com - Proses ritual pengusiran begu ganjang (sosok hantu yang ditakuti di kalangan orang Batak) di Huta (Dusun) Meriah Jambu, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayuraja, Kabupaten Simalungun, ternyata berlanjut hingga Selasa dini hari (3/5/2016) sekira pukul 01.30 WIB.

Sebelumnya, Senin siang (2/5/2016) sekira pukul 12.00 WIB juga telah dilakukan ritual yang sama. Baca : (http://www.hetanews.com/article/51913/warga-hutabayuraja-gelar-ritual-pengusiran-begu-ganjang).

Ritual yang digelar Selasa dini hari itu dilaksanakan di depan rumah marga Simajuntak. Atau persis berhadapan di depan rumah yang diduga memelihara begu ganjang. Ternyata sesudah dilakukan acara ritual itu ditemukan hal - hal yang aneh berupa benang benalu dan tengkorak bayi kecil.

Menurut pengakuan sejumlah warga, jika ada beberapa orang yang meninggal dengan tidak cara wajar di daerah mereka. Hal ini membuat para warga sepakat menggelar ritual pengusiran, agar kampung mereka bersih dari begu ganjang. “Begu ganjang itu sudah banyak memakan korban, makanya kami melakukan acara ritual supaya diusir dari kampung kami ini,” ungkap salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Sementara itu, Kapolres Simalungun, AKBP Yofie Girianto Putro saat dikonfirmasi, Selasa (3/5/2016) sekira pukul 09.16 WIB, mengaku tak mnegetahui adanya proses ritual pengusiran begu ganjang di wilayah hukum yang dipimpinnya. “Konfirmasi saja sama Kapolsek Tanah Jawa,” ungkap Yofie.

Penulis: frengki. Editor: Aan.
Komentar 1