Junimart Girsang Laporkan Kasus Apin Lehu Diduga Bandar Narkoba ke Kapolri

Jakarta, hetanews.com - Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang, melaporkan langsung kasus Arifin alias Apin Lehu, yang disebut-sebut bandar besar narkoba di Siantar-Simalungun kepada Kapolri dalam rapat kerja Komisi III DPR, Rabu (20/4) lalu.

Dalam rapat tersebut, Junimart menjelaskan mengenai kasus Apin Lehu yang secara terang benderang sudah diungkapkan ke persidangan oleh anggotanya, yang mengaku suruhan bandarnya Apin lehu.

Ia juga mengaku sering mengikuti perkembangan dugaan Apil Lehu yang santer dikabarkan sebagai bandar narkoba. “Ini sudah cukup terkenal di Sumatera Utara, sangat terkenal disana,” ucapnya.

Junimart juga membeberkan berkas Apin Lehu yang dinyatakan DPO (daftar pencarian orang). Namun, ketika ditangkap di Medan oleh polisi, malah dilepas dengan alasan alat bukti tidak mencukupi. Padahal Apin saat itu sudah ditetapkan dalam daftar pencariann
orang dan datanya telah sesuai dengan data Kapolri.

 “Padahal di berkas yang sudah saya berikan kepada Pak Kapolri sudah jelas DPO, setelah Mabes Polri melakukan anev ke Siantar Simalungun, betul yang bersangkutan DPO. Tapi dia malah dilepas Pak, saya  tanya kenapa dilepas, Kapolresta bilang bukti tidak cukup,” terangnya.

Kemudian, Junimart memberitahukan soal penangkapan Apin Lehu oleh warga Tebingtinggi yang kemudian diserahkan ke Denpom. Junimart menegaskan, Apin Lehu yang sempat dilepas oleh Polres Siantar, ditangkap di Tebingtinggi bukannya di Siantar dan sempat dipukuli warga.

Selanjutnya, banyak yang intervensi kasus tersebut. Ia membeberkan Polres Siantar sering ke Polres Tebingtinggi tanpa tujuan jelas sejak tertangkapnya Apin Lehu. Kemudian, Ia membeberkan Kapolresta Siantar juga secara jelas dan tegas mengatakan Apin Lehu tidak dalam status DPO.

“Silahkan di kroscek pak, bagaimana kecewanya masyarakat Siantar Simalungun mendengar ini pak. Kami meminta agar Pak Kapolri melakukan pengawasan terhadap penyidikan ini Pak. Sekarang di polres tebingtinggi ini urusannya Pak.

Tadi saya dengar, dia hanya dikenakan pasal 112 junto 127 pak, pemakai saja, menyimpan saja pak,” katanya.

Dari Lapas Siantar juga, Junimart menerima informasi, dimana oknum yang mengungkapkan kasus Apin Lehu ke persidangan ketakutan, apabila Apin Lehu dimasukkan ke Lapas Siantar.

Ia berharap pun agar Kapolri betul-betul mengawal kasus tersebut dan turun langsung mengawasi penanganan kasus Apin

Penulis: Des. Editor: Des.