KTP Apin Lehu yang nama aslinya Arifin

Siantar, hetanews.com - Meski sudah diamankan, Apin Lehu (40) yang dtangkap warga lalu diserahkan ke Sub Denpom 1/1-1 Tebingtinggi, Sabtu (16/4/2016), mencoba menyuap sebesar Rp150 juta, agar bisa menghirup udara bebas.

Hanya saja, nominal uang sebanyak itu "dicueki" petugas Polisi Meliter (PM) Tebingtinggi. Apin pun langsung diboyong ke Polres Tebingtinggi untuk diproses hukum lebih lanjut.

Hal itu disampaikan Dan Denpom 1/I Siantar Mayor CPM Sutrisno melalui Pasi Lidpam Kapten CPM Zulkifli B Panjaitan, saat dihubungi hetanews, Minggu malam (17/4/2016) "Kepada anggota (Serka Wawani, Sub Denpom Tebingtinggi), ia menawarkan uang sebanyak Rp 150 juta untuk dibebaskan. Tapi kami bukan seperti yang Apin kira, bisa disuap," terang pria yang akrab disapa Zul ini.

Ia menambahkan, usai menolak penawaran itu, petugas langsung menyerahkan Apin bersama barang bukti sabu dan ekstasi yang didapat ke Polres Tebingtinggi.

"Serka Wawan bilang sama Apin, agar tidak menyamakan dengan yang lain (bisa disuap). Kami ini PM," jelasnya Zul menirukan ucapan Serka Wawan.

Sebelumnya, Apin Lehu yang disebut – sebut bandar narkoba tersohor di Siantar - Simalungun, diserahkan sejumlah warga Kelurahan Bagelan, Kecamatan Padanghilir, Tebinginggi  kepada petugas PM Sub Denpom I/1-1 Tebingtinggi, karena membuat keributan. Dari tangan Apin, petugas menemukan sejumlah barang bukti sabu dan ekstasi dan selanjutnya menyerahkannya ke Polres Tebingtinggi.

Selain itu, Apin Lehu juga sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Atan Makmur alias Ong disebut sebagai kaki tangannya menyampaikan bahwa Apin Lehu kerap memberi setoran kepada sejumlah aparat penegak hukum, memuluskan bisnis narkobanya. Ong juga menyebutkan barang bukti sabu yang ditangkap darinya merupakan barang Apin Lehu. Namun, perjalanan sidang Ong kandas setelah dia divonis tahun penjara.

Selain Ong, mantan oknum anggota Dir Narkoba Polda Sumatera Utara (Poldasu) Briptu Idran Ismi juga menyebut Apin Lehu sebagai bandar narkoba, pernah ditangkapnya sebanyak 2 kali.

Ismi yang menjadi terdakwa kasus penyekapan, pemerasan serta pencurian dengan kekerasan ini menuding atasannya melepaskan pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba. Dari catatannya bermaterai Rp 6.000, Ismi katakan Apin Lehu dilepas oleh atasannya setelah menyerahkan uang sebesar Rp 500 juta. Penangkapan kedua menyerahkan Rp 1,1 miliar.

Apin Lehu juga pernah diamankan Poldasu pada bulan November 2015 silam. Namun lagi-lagi pria keturunan ini dibebaskan dengan alasan tidak ada memiliki barang bukti.