274 Korban HIV di Simalungun, Anak Korban Diberi Vaksin

Simalungun, hetanews.com - Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah yang memiliki sarana lokalisasi untuk pemenuhan syahwat.

Lokalisasi tersebut dikenal dengan Bukit Maraja (BM) di Kecamatan Gunung Malela. Di luar dari tempat tersebut, tersebar juga lokasi prostitusi liar yang tidak terawasi kegiatannya, sehingga rentan akan penyebaran virus Human Immuno Deficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simalungun, melalui bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), terdata saat ini ada sekitar 274 orang korban HIV terdeteksi.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) PMK Saurbabel Saragih, Dinkes memang kerap melakukan pemeriksaan. Namun, penyebaran dan yang terjangkit belum dapat terditeksi secara menyeluruh.

"Sifat untuk hasil HIV harus melalui cek pemeriksaan langsung. Saat ini yang telah didata sekitar 274 orang. Korban lelaki dan wanita. Yang terbanyak adalah wanita yang terjangkit," ungkapnya.

Diungkap Saurbabel, virus HIV merupakan awal dari penyakit AIDS. Namun, untuk tanda tanda terjangkit HIV sama sekali tidak terlihat berbeda bila telah terkena AIDS.

"Bila ibu terkena HIV maka 95 persen bayi yang dilahirkan juga terjangkit. Data kita ada juga yang telah memiliki anak, itu untuk HIV. Kalau AIDS, sulit mengetahuinya saat ini," ujarnya.

Disinggung pada pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Saurbabel menyebutkan, bahwa pemberian vaksin dilakukan secara menyeluruh kepada bawah lima tahun (balita) usia 0 - 59 bulan, termasuk kepada balita dari ibu yang terjangkit. "Vaksin secara menyeluruh dilakukan pada balita," sebutnya.

Penulis: soni. Editor: Aan.
Komentar 1
  • Heri Arlian
    kowokwokwkokwk
    si shinta uli sianturi rupa nya ikut ke tangkap dari kafe gagak hitammm

    mammmmmmmpoesss.....kau jeng