Kata Sekda, Tidak ada yang Mau Bahkan Mampu jadi Pangulu PNS Simalungun

Massa dari PDi-P Simalungun memaksakan diri memasuki kantor Bupati Simalungun, yang mendapat pengawal ketat dari Polres Simalungun, Selasa (2/2).

Simalungun, hetanews.com- Ratusan massa yang dibawah kordinator aksi Yoga dan Ipan serta, ketua umum  koordinator  Aksi, Robet Ambarita bersikeras bertemu PJ Bupati Simalungun Dr Binsar. Mereka  menerobos pagar betis aparat kepolisisan dan Satpol PP di halaman Gedung Kantor Bupati Simalungun.

Para pengunjuk rasa yang saat itu menginginkan bertemu langsung dengan PJ Bupati, malah diterima oleh beberapa pejabat pemkab, diantaranya sekretaris daerah Pemkab Simalungun Drs  Gideon Purba MSI.

Sedangkan masa pendemo tersebut kekeh berniat menemui PJ Bupati Simalungun untuk mengkonfirmasi secara langsung pembiaran terhadap para pangulu yang semestinya sudah dilakukan penggantian terhadap Para Pejabat Pangulu yang sudah masa jabatannya habis. Hal itu sesuai UU No 6 Tahun 2014  Tentang Pengangkatan Pangulu.

Sekda Simalungun, Drs Gidion Purba akhirnya mau menemui massa dari PDI-P Simalungun, Selasa (2/2).

Peserta demo pun mulai memanas seiring cuaca panas siang itu, begitu menyengat kulit para pengunjuk rasa, namun yang dinanti Plt Bupati tak juga dapat hadir. Salah seorang koordinator aksi Yoga berteriak “Binsar keluar kau… kalau tak punya nyali pulang saja kau ke Medan dan segera mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Simalungun,” teriaknya.

Setelah mendapat info  dari salah seorang perwira polisi, yang menyebutkan bahwa Pj Bupati sedang tidak berada di tempat, massa PDIP itu pun semakin memanas dan berniat merengsek masuk ke dalam Gedung Kantor Bupati, dengan mengatakan ini Kantor Bupati adalah milik masyarakat, sebab  Gedung yang dibangun secara megah ini pun menggunakan uang kami, yakni uang rakyat.

Satpol PP dan Polres Simalungun menghadang massa dari PDI-P Simalungun

Hingga nyaris adu fisik antara massa dengan petugas kepolisian yang melakukan penjagaan. Untung saja Sekretaris Daerah Simalungun (Sekda) Gideon segera tiba dan meyebutkan bahwa Pj Bupati sedang tidak ada ditempat.

Selain itu juga, Gideon menyebutkan, sebenarnya pihaknya tidak ada hak untuk memberikan jawaban atau pun komentar kepada massa pengunjuk rasa, terkait tuduhan pada Pj Bupati Simalungun, yang dituduh melakukan pembiaran dan mengabaikan UU no 6 Tahun 2014, tentang pengangkatan Pangulu yang sudah habis masa jabatannya.

Sekda pun mau menanggapi sejumlah pertanyaan dari para Koorditor Aksi. Menurut Sekda Simalungun Drs Gideon Purba  MSI, para PNS di Pemkab Simalungun belum ada yang sanggup dan mau menjabat sebagai pangulu, ucapnya.

Massa dari PDI-P Simalungun yang membawa spanduk bertuliskan kalimat yang mempertanyakan kinerja dari Pj Bupati.

Lanjutnya, tak hanya itu, kalau ada pun yang mau akan tetapi  dipandang belum mampu. Penjelasan yang diberikan sekda spontan membuat massa marah dan suasana pun semakin memanas, karna dianggap telah memandang rendah PNS Simalungun, ujar Robert Ambarita.

Penulis: dicky. Editor: EBP.
Komentar 1
  • Dian Nurdiansyah
    Setiap bulan retribusi dikutip melalui pembayaran tagihan PDAM tapi truk pengangkut sampah gak pernah masuk ke wilayah kami. #JalanBangunMelintangNagori KarangBangunKecamatanSiantar