Lokasi SMA Negeri 4 Siantar

Siantar, hetanews.com - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Siantar di Jalan Patimura, Kecamaatan Siantar Timur, dari sejarahnya dahulu adalah sekolah pendidikan guru (SPG) Siantar.

Namun sejak tahun 1992, beralih fungsi menjadi SMA Negeri yang seterusnya menjadi SMAN 4 Siantar. Salah satu sekolah dengan bangunan tua yang yang diketahui berdiri sejak tahun 1910 pada masa penjajahan Belanda yang terletak di inti pusat Kota Siantar.

Ketika hetanews.com berkunjung ke sekolah tersebut, Selasa (26/1/2016), masih tampak corak bangunan tua dengan lorong-lorong sekolah.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 4 Siantar, Rudol Barmen Manurung mengatakan, bahwa sejak beralih fungsi menjadi SMAN 4, sudah ada tujuh kepsek yang pernah menjabat disekolah tersebut.

“Setau saya sekolah ini dulu adalah bangunan Belanda. Dari SPG terus akhirnya berubah ke SMAN 4 Siantar hingga seperti saat ini menjadi sekolah unggulan sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota Siantar,” ujarnya singkat didampingi beberapa wakil kepsek.

Rudol menambahkan, kalau alumni-alumni SMAN 4 sudah banyak menjadi orang besar, diantaranya calon Wakil Wali Kota saat ini yang berduet dengan Hulman Sitorus yakni Hefriansyah. “Ada juga Adriansyah yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Medan. Banyak lagi lah yang memang sudah berhasil dan sukses alumni sekolah ini,” ungkapnya.

Ditanya mengenai kurikulum sekolah yang dipakainya, lanjut Rudol, masih memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. “Kita masih pakai kurikulum 2006. Sekolah kita ini memiliki hubungan yang baik dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau universitas serta seluruh bimbingan belajar di Siantar,” jelasnya ketika ditanya kembali mengenai hubungan sekolah tersebut ke beberapa unsur pendidikan lainnya.

Sementara itu, ia juga mengatakan kalau tiap tahunnya, peminat untuk masuk SMAN4 Siantar sekitar 3.000 pelajar dan hanya sekitar 300 an (10 persen) saja yang masuk diterima.

“Peminat di sekolah ini tiap tahun sangat membludak dan hanya sekitar 10 persen yang diterima. Bicara kelulusan, tahun lalu kita 100 persen siswa kita yang lulus UN dan sekitar 75 persen diterima masuk PTN. Mengenai ekstra kulikuler d isekolah kita juga banyak, contohnya marching band, paskibra, rapala, pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), pencak silat, theater, futsal dan basket,” tutup Rudol.