Anto : Rumput Adalah Rejekiku

Anto yang sedang memotong rumput, yang merupakan sumber rejeki atau pendapatan baginya, Kamis (8/5/2014). (Foto Bis)

Siantar, hetanews.com

Ada pepatah yang lazim di dengar oleh telinga kita, yakni ‘banyak jalan lain menuju Roma’. Bagi Anto, perumpamaan itu berubah menjadi, ‘Apapun yang kita kerjakan dapat menuju Roma’, karena semua pekerjaan yang dilakukan dengan hati ikhlas dan dipenuhi dengan motivasi akan mampu memberikan hasil yang maksimal untuk menghidupi keluarga.

Mungkin Anto, yang sehari-hari bekerja sebagai pemotong rumput, tidak seberuntung kebanyakan orang yang dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Namun, semangat hidup yang dimilikinya ternyata membawa dia dapat melanjutkan kehidupan.

Anto bercerita, saat ini banyak masyarakat yang menjadikan rumput sebagai alas pekarangan rumahnya. Rumputan adalah salah satu jenis tanaman yang cepat tumbuh meninggi. Setelah rumput meninggi maka si pemilik pekarangan akan mempergunakan jasanya untuk membabat rumput tersebut hingga pendek.

“Saya hanya mampu membabat 2 atau 3 bidang tanah yang berukuran luas kurang lebih 100 meter persegi. Apabila saya dipanggil untuk membabat 3 pekarangan rumah maka rejeki yang bisa dibawa pulang berkisar 300 ribu rupiah, sudah termasuk uang operasional,” terangnya kepada hetanews, disela-sela istirahatnya, Kamis (8/5/2014).

Saat ditanya, apakah setiap hari ada panggilan untuk membabat rumput? Anto membalas dengan tersenyum lalu berkata, “Kalau tiap hari ada yang panggil mas, mungkin saya sudah bisa beli rumah dan mobil,” ujarnya.

Jelasnya, tidak setiap hari mendapat panggilan, semua tergantung kepada rumputnya. Bisa saja dalam seminggu dan sebulan tidak ada panggilan dari pemilik pekarangan atau lahan lainnya. “Semuanya tergantung rumputnya mas, kalau rumputnya sudah meninggi dan pemilik pekarangan merasa risih, maka rejeki akan mengalir ke kantong saya,” katanya.

Bagaimana kalau tidak ada panggilan, apa pekerjaan yang akan dilakukannya, Anto memaparkan, dia akan kerja serabutan tergantung pekerjaan yang ada. Bisa saja menjadi kuli bangunan. Semuanya tergantung kepada pekerjaan yang tersedia. “Saat ini, rejeki yang tetap untuk dapat membiayai hidup saya adalah rumput,” ucapnya dengan polos.

Ada satu kalimat yang menjadi pegangan hidup Anto, dia berujar, apapun yang dikerjakan apabila itu adalah pekerjaan yang halal maka sipelaku akan mendapat rejeki dari pekerjaan tersebut, katanya sembari berharap agar pemerintah juga memperhatikan kehidupan para masyarakatnya yang bekerja di bidang informal, yakni memberikan asuransi kesehatan.

Mengapa asuransi kesehatan, Anto mengatakan, banyak pekerjaan informal yang mengandung resiko yang tinggi namun tidak ada jaminan kesehatan. “Kami para pekerja informal harus mendapat perhatian dari pemerintah dengan jalan memberikan jaminan asuransi kesehatan,” tegasnya.

Penulis: akim. Editor: EBP.