Paradep Taxi Dilaporkan ke BPSK, Diduga Rugikan Konsumen 3,6 Juta

CV Paradep Taxi.

Siantar, hetanew.com- Guntur Siregar, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Lurah Tambunabolon Siantar, menggugat CV Paradep Taxi ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Pasalnya, ia kecewa terhadap pelayanan Paradep yang telah merugikan dirinya sebesar Rp 3,6 juta.

Istri Guntur, Jernima Pakpahan, menjelaskan mereka telah dirugikan Paradep karena taksi tersebut tidak menepati janji sesuai dengan jadwal pesanan tiket yang mereka beli. "Pas hari Rabu itu anakku sama suami mau terbang ke Jakarta. Kami udah pesan tiket pesawat jam 16.50. Jadi kami pesanlah tiket Paradep jam 12.00.

Perkiraan kami kan kalau berangkat jam 12.00, nyampe bandara jam-jam setengah 3. Kami udah nunggu di Timbangan (Simpang Serbelawan). Dua jam kami nunggu mobilnya. Jam 2 kurang 6 menit baru datang mobilnya di Timbangan. Apa sempat?. Tapi kami cobalah tetap naik. Tapi kami terlambatlah nyampe bandara. Nyampe bandara udah jam 16.45. Udah gak bisa lagi kami naik pesawat. Hanguslah tiket kami," katanya, Jumat (9/1).

Karena tidak memiliki uang untuk membeli tiket akhirnya Jernima bersama anaknya kembali lagi ke Siantar dan tidak jadi berangkat ke Jakarta, padahal anaknya harus masuk kerja. "Abis itu kami gak bisa beli tiket lagi. Karena udah habis. Udah kosong. Balik lagilah kami (ke Siantar). Anak saya nangis. Mau masuk kerja hari pertama. Kami udah beli tiket Rp 3,6 juta untuk itu. Udah rugi kami gara-gara Paradep itu," cetusnya.

Jernima mengatakan, ia dan suaminya telah mencoba meminta pertanggungjawaban ke Paradep pada hari Kamis, namun tak menemui jalan keluar. "Kami semalam udah ke Paradep. Udah saya tunjukkan ke yang punya. Mereka gak peduli. Katanya dia gak melayani penjualan tiket. Saya bilang sama mereka, 'Kalau gak sanggup jangan diiyakan'. Saya pesan jam 12, mobilnya baru jam jam 2 (14.00). Jadi terlambatlah kami," ujarnya.

Jernima pun akhirnya mengadukan hal ini ke BPSK. "Ini buktinya masih kami simpan. Tiket pesawat, tiket Paradepnya tertulis jam 12.00, masih kami simpan. Ini kami nanti dipanggil ke BPSK. Ada yang mau dilengkapi,” terangnya.

Sementara itu, Humas Paradep M Akmal mengaku baru mengetahui permasalahan ini. "Saya baru tahu ada kejadian ini. Paradep itu biasanya langsung memberikan kebijakan-kebijakan," ujarnya.

Namun, Akmal mengatakan, Paradep siap menghadapi tuntutan pelanggan dalam situasi apapun. "Kalau saya prinsipnya siap. Bahwa perusahaan ini bukan main-main, ini perusahaan besar," katanya.

Di sisi lain, Kepala BPSK Siantar Abdul Kodir mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai persoalan ini. "Sidangnya mungkin Selasa atau Kamis depan. Masih ada berkas yang harus mereka lengkapi. Seperti tiketnya, tuntutannya apa, dan sebagainya," katanya.

Penulis: Tom. Editor: EBP.
Komentar 12
  • Carles Siahaan
    Diharapkan agar BPSK jangan memihak kepada pihak Paradep, karna seperti pernyataan Humas Paradep (M. Akmal) tersebut sudah terlalu arogan dan tidak mementingkan pelanggannya lagi, oleh karna itu BPSK harus mengambil tindakan keras terhadap Paradep
  • Ulie Sijabat
    #buat paradep :makanya klo ga bisa nepati janji ga usah di iyakan,merusak citra klian sendiri. jgn gara2 tergiur ama duit sedikit nasip orang jd suram kayak gitu. kasian itu anaknya mau kerja hari pertama jd ga bisa brangkat, emang cari kerja sekarang ini gampang apa..!!
    smoga BPSK berpihak pada konsumen
  • Agustiono Jonathan
    salah kedua pihak.
    pihak penupang dah tahu mau naik pesawat jam 4.50 naik taxi dari siantar jam 12. alangkah baik nya berangkat lebih awal, jam 10 sudah paling lambat.

    pihak paradep kalau dah ke meja hijau ya alasan banyak mana mungkin mau ngalah. hahaha
  • Apul Sinurat
    Tanggal 7 Jan lalu, naik Paradep dari Siantar menuju Medan, tanpa informasi apa2, supirnya belokin ke Kuala Namu nganterin penumpang, padahal seharusnya nih Penumpang diantar ke Medan dulu, dari Medan baru ke Kuala Namu, akhirnya kita penjmpang yg ke Medan ngalah. Dan di Deli Serdang nih Taksi ditabrak becak, supir taksi ini akhirnya berperkara dengan si supir becak motor, kita para penumpang disuruh nunggu hingga 3 jam, perjalanan yang harusnya 3 jam menjadi 7 jam.
    Ketika kita minta pertanggungjawaban supir agar pindahin kita ke mobil lain, dia malah marah krn ga mau pengertian ama dia.
    Alhasil ada ibu2 yg harusnya ke Medan buat belanja abis belanja pulang ke Siantar di hari yg sama ga jadi belanja.
  • Citra Imelda Sitompul
    saya juga sangat setuju dgn playanan paradep taxi yg amburadul. pernah saya naik paradep areng dgn penumpang yg pesawatnya jam 5 wktu itu masih dipolonia. kami sudah berulang kali menyampaikan bajkan sampai menyindir2 supirnya tetap aja dia hanya putar2 kota medan mulai dari jl juanda balik lg ke jwmariot, putar lg ke masjid raya hanya untuk mengantarkan titipan paket. padahal sudah dekat bandara bukannya mendahulukan mengantar penumpang, tp malah mengantar paket yg tidak dikejar waktu, smntara sudah jam 4 sore. kasihan penumpang itu, supirnya diam2 aja kayak ga dengar mungkin b3rharap dikasih tips kali yeeee......
  • Sista Nath
    Semoga permasalahannya bisa diselesaikan dengan baik dan bijaksana.karena saya sendiri pun pengguna Paradep taxi dari siantar dan sampai saat ini tidak pernah ada masalah..justru saya sering dibikin menunggu pesawat sampe 2jam krn tiba lbh awal di bandara karena supirnya nyetirnya kwenceng bener. :)
  • Septi Arniza
    Ini Paradep klo ga mengutamakan kualitas service n para drivernya ga profesional (mungkin krn faktor kesejahteraan), yakinlah dlm hitungan tahun bakal bangkrut krn penumpang akan lebih milih kompetitor walau ongkosnya sedikit mahal tp jelas servicenya.
    Ps : Dear Bpk Humas, nasib integritas paradep ada di tangan anda.....mending rugi 3,6 juta buat bayar tuntutan krn ketidak profesionalan drivernya atw menang dipengadilan tp setelah itu beritanya tersiar yg efeknya setara dg bom atom terhadap image kredibilitas paradep sendiri,,,ya wassalam siap-siap aja ntar penumpangnya pada sepi karena pada ilfil -_-
  • Mulyadi Pangaribuan
    ya paradep dah parah, supir kayak preman kl ditanya suaranya dibesarin, mau tak kipas aja , smapai di loket penumpang dicuekin katanya diantar tempat tapi di cuekin, mentang mentang ramai konsumen!!!!!
  • Daud Simanjuntak
    Mari kita lihat bersama apakah pelanggan bisa memenangkan perkara ini. Karena yg dilawan adalah perusahaan besar seperti kata berita. Bahkan kata kawanku, pengusaha Paradep sepertinya tak bisa tersentuh hukum. Olala ... nasib kotaku Siantar yg sepertinya sudah "tergadai habis"...
  • Sensei-Jon Principia
    Paradep sudah terbiasa begitu, koq. Ini bukan peristiwa baru. Yang baru cuma sekali ini ada penumpang yang menuntut. Kita lihat apakah Paradep Taxi masih selalu menyombongkan dekingnya? Kita harus dukung konsumen yang dirugikan.
  • Adi Nata Manroe
    Wajarlah dari pihak Paradep tak mau untuk ganti rugi.
    Paradep kan bukan jual tiket pesawat, ngapain juga ngurusin jam penerbangn calon penumpang pesawat.
  • Kairos Private Musik
    Saya mau bertanya dan melaporkan sesuatu. Hari minggu malam dua hari yang lalu, salah satu anggota keluarga saya baru pulang dari thailand ke medan dan mencoba menggunakan jasa layanan taksi paradep menuju ke arah Grren Ville dan melewati Jalan Selayang Pencawan, dan saya melihat salah satu anggota keluarga saya itu ada didalam mobil paradep warna putih, hendak membuka kaca mobil dan mau berteriak memanggil saya, mungkin mau menyuruh saya pulang ke kost-an, tapi saya terkejut karena salah satu anggota keluarga saya itu tiba tiba spt ditamparkan seorang laki2 yang ada didalam mobil paradep juga. Saya mau teriak dan mau lari mengejar saya tdk ada kendaraan utk bisa mengejar. Tolong di cek kembali supir2 paradep taksi yang berjalan sekitar jam 12 - 1 pagi dinihari sekitar 2 hari yang lalu. Saya dan anggota keluarga yang lain pun bisa melabrak memprotes dan membuat kasus kalau kasus saya laporkan ini tidak ditindak lanjuti. Hormat Saya : Baby Ocean M Patricia Situmeang