Forum Honor SMA-SMK Siantar Menanti Perhatian dan Tindakan Gubsu

Marjo Situmorang, Ketua FHI SMA-SMK Kota Siantar.

Siantar, hetanews.com – Forum Honor Indonesia (FHI) SMA-SMK Kota Siantar, memohon perhatian yang serius dan tindakan yang nyata dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Tengku Erry Nurady.

Pada 20 Agustus 2017 lalu, FHI SMA-SMK Kota Siantar telah melakukan audiensi terhadap Ketua Komisi B DPRD-SU,  Zahir (P-DIP) yang didampingi sekretaris, Ahmad Harahap (PPP), begitu juga anggota komisi, seperti Iskandar (Golkar), Darmawansyah Sembiring (P-DIP), Hafez (PKS) dan Melizar Latif (PD).

Dimana, para guru honor tersebut, meminta perhatian pemerintah melalui DPRD sebagai perpanjangan tangan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi untuk mendapat perhatian yang layak.

Ketua FHI SMA-SMK Kota Siantar, Marjo Situmorang didampingi rekannya tenaga honor, saat itu mengutarakan, bahwa perhatian pemerintah kepada rakyat sudah sangat bagus. Salah satu contoh masyarakat yang benar-benar miskin dapat perhatian yang layak, seperti mendapat Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar yang notabene hanya sebagai masyarakat biasa saja.

Namun, para guru honor SMA-SMK Negeri  lebih kurang 160 orang yang terdata diseluruh SMA-SMK Negeri Siantar yang telah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, selama bertahun-tahun lamanya, malah tidak mendapat perhatian yang layak dari pemerintah.

Dan kami, saat itu juga meminta untuk mendapat kesejahteraan, seperti tunjangan kesehatan agar kami tertolong jika menghadapi masalah kesehatan yang melindungi istri maupun anak-anak walau tidak sepenuhnya seperti layanan kesehatan ASN, ungkap Marjo kepada para anggota DPRD Sumut.

“Setelah kami menyampaikan keluhan kepada bapak - ibu dewan sebagai guru honor, tata usaha, UKS, penjaga kebon dan penjaga sekolah serta Satpam, ketua Komisi,  Zahir mengapresiasi  perjuangan kami,”ujarnya.

Ketua Komisi B,  Zahir juga menyatakan kepada para tenaga honor tersebut, bahwa anggaran untuk guru honor telah ditampung pada P-APBD Provinsi Tahun 2017, sebesar Rp45 miliar dan sudah disahkan.

Anggaran Rp45 M tersebut sudah diperkirakan, bahwa setiap guru honor akan mendapat gaji sebesar Rp. 1.700,000, per bulannya.

Sedangkan untuk tata usaha, UKS, penjaga kebon dan penjaga sekolah serta Satpam, belum ditampung penggajiannya, tukas Marjo menyampaikan penjelasan ketua Komisi B tersebut.

Sedangkan sekretaris Komisi B, Amad Harahap mengungkapkan, bahwa bukan hanya honor saja yang ditampung untuk bantuan kematian.

Para tenaga honor ini diminta bersabar, dimana saat ini sedang berlangsung verifikasi ke seluruh SMA-SMK se Sumatera Utara. Dan setelah dilakukan verifikasi, tinggal teknis pembayaran saja nanti, ungkap Ahmad Harahap.

Verifikasi telah dilakukan pertengahan bulan September 2017 lalu, namun sekarang sudah masuk pertengahan bulan Nopember tak kunjung mendapat hasil.

Kita berharap akan mendapat kabar yang baik nantinya dari pemerintah sesuai yang diutarakan ketua dan sekretaris Komisi B kepada kami. Sebagai ketua FHI SMA-SMK Kota Siantar, saya sangat berharap ungkapan Komisi B DPRD-SU itu terealisasi secepatnya, ujar Marjo Situmorang berharap, Selasa (14/11/2017).

 

Penulis: tim. Editor: gun.