Sekretaris Maujana Ancam Bongkar Bangunan PSDA Simalungun, Ini Alasannya

Sekretaris Maujana Nagori Lumban Gorat, Donatus Turnip

Simalungun, hetanews.com - Apabila tidak ditanggapi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air ( PSDA) Kabupaten Simalungun, Sekretaris Maujana Nagori Lumban Gorat, Donatus Turnip bersama warga akan melakukan pembongkaran secara paksa bangunan irigasi yang melebihi ketinggian dari badan jalan.

“Jangan gara-gara bangunan itu mengganggu atau merusakan badan jalan,” ucap Donatus Turnip usai mendatangi kantor UPTD PSDA Kecamatan Dolok Panribuan dan Dinas PSDA Kabupaten Simalungun, Selasa (14/11/2017).

Saat di kantor UPTD PSDA Kecamatan Dolok Panribuan, Donatus tidak berhasil bertemu Kepala UPTD, hanya diterima oleh Beres Sinaga dan Boru Sinaga selaku pegawai staf.

Begitu juga di Kantor Dinas PSDA Simalungun, tidak berhasil menemui pihak yang berkompeten dan hanya diterima F Sihombing selaku staf pegawai.

Donatus menambahkan, bila tidak segera direspon pihak PSDA Kabupaten dan Kecamatan, maka bangunan  itu akan dibongkar. Walaupun dinilai melanggar hukum, dirinya tidak mengaku tidak takut dan gentar. Soalnya itu dianggap menyalahi atau merusak badan jalan.

Sebelumnya, warga mengaku kecewa dengan kinerja Dinas PSDA. Pasalnya, sejumlah proyek fisik irigasi yang dikerjakan di Nagori itu dituding tidak berkualitas dan bermutu.

Kekecewaan itu dituangkan dalam surat dan dikirimkan kepada Bupati Simalungun dengan tembusan dinas terkait. Untuk menguatkan kekecewaan warga, surat juga ditandatangani Gamot Dusun I Lumban Gorat Edi Anjas S dan Gamot Dusun IV Mallopot Mangihut Sianipar serta diketahui Ketua Maujana Nagori Lumban Gorat Sulase dan Pangulu Nagori Lumban Gorat Sariputdin Turnip.

Di dalam surat itu tertulis bahwa 1 paket pengerjaan irigasi tahun 2016 lalu di Dusun I Lumban Gorat kini sudah mengalami kerusakan. Pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh UPTD PSDA Kecamatan Dolok Panribuan. Diduga pengerjaan irigasi tidak sesuai dengan spek.

Sementara pada tahun 2017 lalu, 1 paket pengerjaan proyek irigasi di Dusun IV Mallopot tidak dapat diterima. Karena, pasangan irigasi lebih tinggi dari badan jalan, yaitu sekitar 50 cm dari badan jalan. Sehingga pada saat hujan turun, air tergenang di badan jalan dan tidak tersalur ke irigasi itu. Bila air tergenang, badan jalan berpotensi akan mempercepat kerusakan badan jalan.

Di dalam suratnya itu juga, warga meminta agar instansi terkait turun ke lokasi untuk menindaklanjutinya.

Terpisah, Pangulu Nagori Lumban Gorat Sariputdin Turnip membenarkan adanya keluhan warga yang dituangkan dalam surat dengan mengatakan, agar Bupati Simalungun melalui instansi terkait merespon keluhan warganya.

Penulis: tim. Editor: Aan.