JR Saragih : Bagi yang di Nonjobkan Tidak Perlu Kecil Hati, Saya Bagian Instruksi Presiden

JR Saragih tengah bersalaman dengan PNS di Simalungun. (Foto/dok internet).

Simalungun, hetanews.com- Kurangnya kedisiplinan beberapa oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Simalungun, membuat Bupati Simalungun JR Saragih meradang.

Pasalnya, JR Saragih yang dikenal tegas dalam memimpin, masih menemukan oknum PNS yang terbilang lalai dalam mengemban amanah serta tanggung jawab. Padahal, pria kelahiran 10 November 1968 ini di masa pemerintahannya mengusung program andalan yaitu pelayanan masyarakat secara profesional.

Kendatipun JR Saragih kerap merotasi jabatan strategis bawahannya, namun masih saja ditemukan oknum PNS yang membolos tidak masuk ke kantor untuk melayani masyarakat. Keadaan tersebut menghadirkan berbagai tanggapan di kalangan aktivis mahasisiwa, yang menilai JR Saragih dipandang perlu lebih meningkatkan lagi kedisiplinan bawahannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh salah satu mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kota Siantar. Kata Sri Hariyati, JR Saragih sebaiknya membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang diberi wewenang untuk menertibkan PNS bolos . Menurutnya, sanksi “non job” sudah sangat tepat diberikan kepada oknum PNS yang terbukti tidak mematuhi aturan dan berpotensi meresahkan masyarakat.

“Ya menurut saya sudah tepat kalau langsung non job, JR Saragih kan programnya pelayanan masyarakat, memang harus orang-orang pilihan lah yang menjabat biar sejalan sama pimpinannya. Ada baiknya juga Pemkab Simalungun membentuk Satgas khusus untuk masalah yang satu ini,” ujarnya kepada hetanews, Selasa (14/11/2017).

Sebelumnya, JR Saragih melakukan inspeksi mendadak di salah satu kecamatan dan menemukan banyak persoalan. Di antaranya kurangnya pelayanan masyarakat yang diberikan oleh aparat kecamatan dan juga banyaknya oknum staf kecamatan yang tidak berada di kantor, padahal sedang dalam jam produktif.

“Saya adalah bagian dari Intruksi Presiden yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi yang di nonjobkan, tidak perlu merasa berkecil hati karena ini bagian dari tuntutan oleh masyarakat dan juga Presiden untuk kerja, kerja dan kerja,” tegas JR Saragih saat diwawancarai awak media televisi daerah di Kecamatan Dolok Panribuan.

Penulis: tim. Editor: Aan.