Lagi Asyik Dugem di Hotel Anda, April Tertangkap Pesan 10 Butir Pil Ekstasi

Yanser, petugas Sat Narkoba Polres Siantar saat memberikan keterangan di depan majelis hakim. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Dua terdakwa pengedar narkotika jenis pil ekstasi, April Gapurnomo (22) dan Faisal Ibrahim Bawazier, kembali diadili, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (14/11/2017).

Sidang yang beragendakan keterangan saksi itu, diketuai  Lodewyk I Smanjuntak dengan didampingi hakim anggota, Risbarita Simorangkir  dan M Iqbal. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Henny A Simandalahi.

Sedangkan kedua terdakwa (April dan Faisal, red) dengan menggunakan baju lengan pendek berwarna merah didampingi kuasa hukumnya, Erwin Purba.

Di sela-sela sidang saksi tersebut, saat saksi petugas Kepolisian (Yanser Lumban Tobing) memberikan keterangan kepada jaksa, anggota majelis hakim Risbarita Simorangkir. Saksi juga terlihat memegang sebuah handphone (HP) dan menunjukan kepada ketua majelis hakim, Lodewyk.

Dalam keterangannya, Yanser Lumbang Tobing yang merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar mendapatkan informasi, bahwa di Hotel Anda yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, sering terjadi transaksi narkoba. 

Petugas pertama kali berhasil mengamankan terdakwa Faisal dan menemukan 10 butir pil ekstasi dari dalam kotak rokok Sampoerna.

 "Lalu kami melakukan pengembangan setelah menanangkap Faisal. Terdakwa Faisal mengatakan kepada kami, bahwa dirinya disuruh April mengantar ekstasi ke Hotel Anda di dalam sebuah ruangan di lantai 4. Kami langsung menuju ke ruangan yang diberitahukan  Faisal dan berhasil mengamankan April dari ruangan itu," kata Yanser. 

Kata Yanser, saat melakukan penangkapan terhadap April, terdakwa sedang asyik-asyikan merayakan hari ulang tahun di dalam ruangan Hotel Anda. 

April juga mengakui kalau dirinya telah menyuruh terdakwa Faisal mengambil ekstasi untuk dibawa ke Hotel Anda. "Dan terdakwa April menyuruh Faisal untuk mengambil barang (ekstasi) dari Jalan Tanah Jawa dengan harga 1 butirnya Rp 150 ribu," ungkap Yanser. 

Setelah mendengarkan keterangan dari saksi Yanser, kemudian majelis hakim  langsung menunda persidangan sampai minggu depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Penulis: Res. Editor: gun.