Polisi Ungkap Modus Oknum Guru TM Lecehkan Siswinya

Ipda Herli Damanik. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – TM, oknum guru yang ditetapkan tersangka kasus pelecehan seksual terhadap siswinya sendiri, diancam UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Tenaga pendidik bidang study computer, di salah satu SMK swasta yang terletak di Jalan Toba, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan itu, hingga kini masih mendekam di balik jeruji besi Polres Siantar.

"Ancamannya 17 tahun pidana penjara," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), Ipda Herli Damanik, kemarin kepada sejumlah awak media.

Meski demikian, Herli mengatakan, sampai detik ini pria berumur 35 tahun tersebut, membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

Baca Juga : Minta Guru Dibebaskan, Alumni dan Ratusan Pelajar SMK Bintang Timur Kembali Demo Polres Siantar

Herli mengungkapkan modus tersangka melakukan pelecehan seksual, yaitu saat proses belajar mengajar berlangsung, tepatnya diruang laboratorium komputer.  Perbuatan tersebut pun bukan hanya dilakukan sekali.

"Jadi pada saat proses belajar mengajar komputer, terduga pelaku mengajari korban dengan cara dari samping dan meletakkan tangannya dikursi dengan menggerakkan jarinya ke samping payudara korban, dibawah ketiak,"ujarnya.

"Lebih kurang sepuluh kali dengan waktu yang berbeda," tuturnya.

Serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan, menurut Herli, dilaksanakan sesuai ketentuan yang ada. Sejumlah saksi diperiksa penyidik, termasuk kepala sekolah.

"Kita sudah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan termasuk kepala sekolahnya. (Dokumen) akte lahir menyatakan korban masih di bawah umur," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini dilaporkan 3 orang siswi sekolah tersebut, pada 25 Oktober 2017 lalu. Hanya saja, teranyar kasusnya maju dengan satu orang korban.

"Korbannya sampai saat ini satu yang merasa keberatan. Yang lain mungkin tidak ada yang berani mengadukan," kata Herli.

 

Penulis: BT. Editor: gun.