Kena Tilang Polisi Karena Tak Pakai Helm, Boru Hutagalung: Rambut Saya Sedang Disanggul Pak

Polisi lalu lintas saat bercengkrama dengan ibu-ibu pelanggar lalu lintas di Pos Turjawali Satlantas Polrestabes Medan, Sabtu (11/11/2017). Boru Hutagalung terpaksa tidak mengenakan helm karena rambutnya sedang disanggul. (Tribun Medan/Azis)

Medan, hetanews.com - S Panjaitan dan boru Hutagalung warga Jalan Pardede, Medan Sunggal, terpaksa harus dihentikan laju sepeda motornya oleh polisi lalu lintas ketika melintas di Jalan Bukit Barisan, Medan, Sabtu (11/11/2017).

Pagi menjelang siang tadi, puluhan personel Satlantas Polrestabes Medan melakukan Operasi Zebra Toba 2017 di seputaran Pos Lalu Lintas Turjawali, di Lapangan Merdeka Medan. Sebagiannya lagi berjaga di Jalan Kereta Api.

Alasan polisi menghentikan laju kendaraan pasangan suami istri ini karena sudah melihat dari kejauhan, bahwa Boru Hutagalung tidak mengenakan helm.

Saat ditanya polisi kenapa boru Hutagalung tidak menggunakan helm, perempuan berbadan tambun ini menjelaskan, bahwa ia terpaksa tidak memakai helm karena rambutnya sedang disanggul.

"Gimanalah, pak. Rambut saya sedang disanggul karena mau menghadiri acara pernikahan keluarga di Gorga Jalan Saudara sana," ucap Boru Hutagalung yang tampak mengenakan pakaian pesta adat batak ini kepada polisi.

Melihat istrinya ditilang, S Panjaitan yang sengaja sedikit menjauh, terdengar mengoceh di seputar sepeda motor Honda Supra X 125 miliknya. Ia merasa keberatan ditilang hanya  gara-gara istrinya tidak mengenakan helm.

"Bukannya istri saya tidak mau pake (helm). Itu kan helmnya dipegang istri saya. Cuma gimana mau makai helm dengan rambut yang sedang disanggul gitu. Masa gak ada sedikit pengertian polisi ini," kata S Panjaitan kesal.

Boru Hutagalung kemudian diarahkan untuk berjumpa denga polisi wanita yang berjaga di meja piket depan Pos Lantas Turjawali. Ia kemudian diberi sanksi, berupa surat tilang warna biru.

Usai itu, ia menerima sanksi tilang dari polisi.

Ternyata, alasan polisi melakukan tilang, selain tidak menggunakan helm, S Panjaitan juga ternyata tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

"Suami saya gak punya SIM. Tadi sudah saya coba minta tolong dengan memberikan SIM saya tapi tetap gak diterima. Mau gimanalah bawa kereta (sepeda motor), pakaian saya saja begini. Gara-gara gak bisa pakai helm karena rambut disanggul pun ditilang. Mau dari mana uang saya bayar dendanya," ucap boru Hutagalung.

 

Sumber: tribunnews.com

 

Penulis: -. Editor: gun.