Pemko Medan Buka Komperensi Internasional Friendly City 

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution memberikan cendera mata pada para narasumber. (foto : Ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Kegiatan Friendly City Four International Comprence yang diadakan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, yang diikuti ratusan partisipan dari 26 Universitas dalam dan luar negeri, dapat memberikan masukan dan pemikiran positif bagi Pemko  Medan.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapai Pemko Medan. 

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasutionpada saat membuka kegiatan Komprensi Internasional Friendly City 4 From Research Implementation For Better Sustainability, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan, ada beberapa penomena alam yang terjadi akhir-akhir ini, misalnya banjir rob. Yang dulunya banjir rob itu hanya terjadi di Belawan, namun sekarang ini sudah merambah ke Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan labuhan. Setiap bulannya banjir rob ini melanda tiga Kecamatan ini. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan (PU), namun sampai sekarang belum membawa hasil. Masyarakat masih banyak yang membuang sampah sembarangan, dia tidak berpikir dengan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan kebanjiran terhadap rumah penduduk lainnya bila turun hujan. Mengenai sampah seharusnya merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab kita bersama. Bila masyarakat membuang sampah pada tempatnya,  itu sudah memberikan kontribusi positif kepada Pemerintah kota Medan," kata Akhyar.   

Dengan adanya kegiatan Comperence Internasional Friendly City Four di Kota Medan, yang persertanya diikuti negara Jerman, Italia, Australia, Pakistan, Malassia dan 26 Universitas di Indonesia, tentunya akan menghasilkan pemikiran-pemikiran postif bagi pembangunan. "Tentunya hasil Comperence Internasional ini dapat memeberikan masukan-masukan untuk pembangunan kota Medan ke depan," ungkapnya.

Runtung Sitepu selaku Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), mengatakan di tahun 2018 nanti USU harus meningkatkan peringkatnya dari peringkat 15 dari seluruh Perguran Tinggi yang ada di Indonesia.

"Saat ini jumlah staf pengajar di USU 1.500 orang dengan jumlah mahasiswa 53000 orang. Dari jumlah mahasiswa dengan jumlah staf pengajar  belumlah berbanding di posisi ideal, untuk itu,  pada tahun ini USU akan merekrut 200 tenaga pengajar," jelasnya.

Sebagai nara sumber pada acara Comperence Intarnasional Friendly City 4 antara lain Prof.Vanni Puccioni , Marco Sala (Australia) dan  Nurlisa Ginting (USU).

Penulis: Ardiansyah. Editor: Aan.